Bus jamaah umrah Indonesia alami kecelakaan tunggal

Bus yang membawa rombongan jamaah umrah Indonesia mengalami kecelakaan tunggal saat dalam perjalanan dari Jeddah ke Mekah, pada Selasa (25/10), sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Sopir bus serta muthawwif (pembimbing ibadah) yang membawa 50 anggota jamaah umrah Indonesia dilaporkan meninggal. Keduanya adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam menjelaskan bahwa saat terjadi kecelakaan, tidak ada anggota jamaah umrah yang meninggal, namun satu orang dilaporkan mengalami luka berat.

"Jamaah umrah Indonesia tidak ada yang meninggal. Ada lima jamaah yang mengalami luka ringan, terdiri atas tiga jamaah perempuan dan dua jamaah laki-laki dan satu luka berat," kata Nasrullah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, jamaah yang mengalami luka berat langsung dibawa ke ICU RS An-Nur Mekah. Hingga kini kondisinya berangsur membaik dan diperkirakan dapat segera keluar dari rumah sakit dalam waktu dekat.

Sedangkan jamaah umrah yang selamat dan mengalami luka ringan, saat itu juga dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel mereka di Mekah. Sebanyak 49 anggota jamaah umrah ini juga sudah melaksanakan umrah.

Rombongan 50 anggota jamaah umrah ini berangkat melalui Travel Mubina (Muasasah Abu Sarhad). Mereka mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah sekitar pukul 19.00 WAS. Sekitar pukul 21.00 WAS, mereka diberangkatkan dari bandara King Abdulaziz Jeddah menuju Mekah.

"Jamaah rencananya akan tinggal di Mekah sampai 3 November 2022. Setelah itu, mereka akan ziarah ke Kota Madinah. Setelah empat hari di Madinah, jamaah direncanakan akan pulang ke Indonesia pada 8 November 2022," kata dia.

Baca juga: KJRI: tidak ada WNI dalam kecelakaan jamaah umrah di Madinah

Baca juga: Kecelakaan maut renggut tiga nyawa jamaah umrah Indonesia

Baca juga: KJRI Jeddah sebut belum ada kebijakan baru dari Saudi soal umrah