Bus Kramadjati terjun ke kali, 8 penumpang luka

MERDEKA.COM,

Bus Karamadjati bernomor polisi D 7555 AE jurusan Wonogiri-Bandung mengalami kecelakaan di Jalan Baki-Klaten, tepatnya Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. Bus dengan 15 penumpang tersebut tak mampu menghindari truk pasir yang datang dari arah berlawanan, saat hendak menuju arah Yogyakarta.

Informasi yang dihimpun merdeka.com menyebutkan kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu bus yang dikemudikan oleh Derrys Astriana (30) warga Jambuku, Mandalawangi, Salopak, Tasikmalaya, Jawa Barat melaju dari arah Solo menuju Klaten, dengan kecepatan sedang.

Sementara dari arah Klaten muncul sebuah truk pasir yang sarat muatan berjalan merambat. Saat truk akan berpapasan di lokasi kejadian ada lubang yang cukup besar. Truk pasir yang tak mau mengalah saat berpapasan, membuat bus banting stir ke kiri.

Kondisi jalan yang sempit dan berdekatan dengan sungai tak mampu menahan berat kendaraan. Bus langsung terguling hingga terjun ke kali Sekaran yang cukup dalam.

Sopir bus Derrys Astriana menceritakan, saat kejadian sopir truk memang tak mau mengalah, ketika akan menghindari lubangan di tengah jalan. Truk terlalu mepet sehingga roda bus terlalu minggir. Jalan yang lembek membuat bus langsung terguling ke kali.

"Untunglah 15 penumpang di dalam bus selamat meski sebagian harus dirawat di rumah sakit," ujar Derrys, Rabu (16/1).

Sementar itu, salah satu penumpang, Sapto (49) warga Wonogiri mengungkapkan, saat kejadian semua penumpang panik dan menjerit hingga akhirnya bus terbalik di kali.

"Sebenarnya jalannya bis gak kencang. Karena jalannya sempit kita tak bisa menghindari truk yang dari depan. Dan tau - tau bis ngguling ke kali," katanya.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail, saat berada di tempat kejadian mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Dari 15 penumpang itu, tujuh diantaranya mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah, Delanggu. Beberapa diantaranya  menjalani perawatan inap. Sementara untuk korban selamat langsung dievakuasi ke bus lain," ujarnya.

Menurut Kurniawan bus Kramatdjati tersebut berangkat dari Wonogiri menuju ke Bandung. Namun saat di lokasi kejadian berpapasan dengan truk pasir. Kondisi jalan yang sempit menyebabkan bus tak bisa menghindar dan terguling ke kali.

Sementara itu, informasi dari PKU Muhammadiyah, Delanggu, ketujuh korban yang menjalani perawatan itu dua diantaranya rawat inap. Sedangkan lima lainnya rawat jalan. Dua penumpang yang dirawat inap itu suami istri, yakni Dona Ariyanto (33) menderita patah tulang dan istrinya Wanti Mulyani (28) shok karena sedang hamil sembilan bulan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.