Bus masuk Terminal Cicaheum Bandung alami keterlambatan

Bus yang melayani rute angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) mengalami keterlambatan kedatangan di Terminal Bus Cicaheum Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat pagi.

"Kedatangan bus di Terminal Cicaheum, Kota Bandung mengalami keterlambatan karena padatnya arus lalu lintas di setiap jalur mudik pada H-4 sampai H-3," kata Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung Roni Hermanto, Jumat.

Roni mengatakan bahwa keterlambatan kedatangan bus yang terjadi di Terminal Cicaheum bisa mencapai empat hingga lima jam.

"Bus yang seharusnya datang jam empat subuh tadi ini baru bisa datang atau tiba di sini sekitar jam delapan pagi. Jadi terlambatnya sekitar empat sampai lima jam," kata Roni.

Dia mengungkapkan terlambatnya kedatangan bus ini terjadi akibat padatnya lalu lintas di setiap jalur tujuan mudik.


Baca juga: Puncak arus mudik di Terminal Cicaheum Bandung diprediksi Jumat-Sabtu

Baca juga: Di Terminal Cicaheum, gubernur Jabar tinjau arus mudik


Selain itu, bus dari arah dan tujuan ke daerah Sumedang juga terkendala karena ada jalan yang amblas.


Roni menambahkan terlambatnya kedatangan bus akibat padatnya lalu lintas tersebut menandakan puncak arus mudik sudah dimulai.

Dia menuturkan sebanyak 1.955 pemudik telah diberangkatkan H-4 Lebaran 2022 atau pada Kamis (28/4) yang mana merupakan jumlah terbesar sejak H-7 lebaran.

Pihaknya memprediksi jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Cicaheum pada hari ini akan lebih banyak lagi dibandingkan kemarin.

"Semua bus datangnya terlambat dan sejak tadi pagi terminal juga sudah lumayan ramai pemudik. Kemungkinan besar jumlah pemudik hari ini lebih banyak dar H-4 kemarin. Tandanya puncak arus mudik sudah terlihat," kata Roni.

Baca juga: Terminal Cicaheum Bandung berangkatkan 9.999 penumpang

Baca juga: BNNK Bandung tes urine supir di Terminal Cicaheum

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel