Bus Puspa Jaya terguling di Boyolali, 3 tewas

MERDEKA.COM. Bus PO Puspa Jaya dengan nomor polisi BE 2749 W jurusan Bandar Lampung-Kediri terguling di jalur Semarang-Solo, tepatnya di Dukuh Kenteng Bulusari, Ampel Boyolali. Tiga orang penumpang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Haryanto (35), saksi mata yang juga penumpang bus itu menceritakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, siang tadi. Warga Desa Air Ringkih, Rembang Tangkas, Lampung Utara ini menambahkan, bus saat itu mengangkut puluhan orang.

"Saya duduk di kursi kiri paling belakang, saya luka ringan bengkak di kaki kirinya," katanya. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (5/5).

Informasi yang dihimpun dari Rumah Sakit Umum Pandanarang Boyolali, tiga korban meninggal yakni Misri (70), Arni Koririah (15) keduanya warga Sumber Suwok Lampung Barat, dan Rangga Asrab Pratama (2,5) warga Jalan Terong No.5 RT 15/7 Iring Mulyo Metro Timur Lampung.

Saat itu, bus tengah melaju dari arah Salatiga menuju Boyolali. Setibanya di depan SPBU Kenteng, saat hendak menyalip kendaraan melalui sisi kiri, bus mengerem mendadak dan oleng kemudian di belokan ke kiri, lalu masuk SPBU dan terguling.

"Bus itu, mengerem mendadak karena di depannya ada sebuah mobil yang berjalan pelan. Bus kemudian oleng dan terguling," tambahnya.

Menurut Joni Yanto, sopir kedua bus Puspa Jaya, dirinya tidak tahu persis saat kejadian, karena kondisi sedang tidur. Saat kejadian, bus dikemudikan Agus, sopir utama.

"Saya tidak tidak tahu saat kejadian, karena bus dikemudikan oleh Agus," tambah Joni.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali, AKP Hendrawan Hasan, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus itu.

"Kami belum bisa memastikan penyebab kecelakaan itu," kata Kasat Lantas.

Korban luka masih menjalani perawatan di RSU Pandanarang Boyolali.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.