Bus Sepi Peminat, Menhub Minta Operator Melek Teknologi

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVABus merupakan transportasi andalan masyarakat Indonesia, terutama yang ingin mengunjungi kota lain dengan biaya murah.

Namun sejak adanya pandemi, pengguna kendaraan berukuran besar ini semakin menurun jumlahnya. Bahkan, angkanya sempat menyentuh 100 persen.

“Saat awal pandemi di Maret 2020 sampai Mei, penurunannya sampai 100 persen. Kemudian di bulan berikutnya kembali naik, tapi belum normal, masih 40-60 persen,” ujar Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Minggu 14 Maret 2021.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap jasa transportasi bus, terutama pasca kecelakaan maut di Sumedang belum lama ini, Perusahaan Otobus atau PO harus kreatif dan melek teknologi,

Salah satu contohnya, seperti yang dilakukan Sani sebagai Direktur Utama PO SAN. Pria yang juga menjalani profesi sebagai youtuber itu akan menjelajah Sumatera dengan bus, untuk mempromosikan transportasi massal tersebut.

“Saya mendukung gerakan ini, karena media sosial saat ini sangat baik untuk mempromosikan tentang transportasi darat, khususnya kepada para generasi muda,” tutur Menhub.

Acara yang diberi nama Sumatera Roadshow 2021 itu akan menyambangi 25 PO, mulai dari Lampung hingga Medan. Perjalanan akan dimulai pada Senin 15 Maret esok hari, dan bakal ditayangkan di kanal PerpalZ TV.

Roadshow ini juga akan melihat seperti apa infrastuktur jalan di Sumatera, jalan tol saat ini dari Lampung sudah sampai ke Palembang dan kami ingin menunjukkan keamanan dan kenyamaan selama perjalanan menggunakan bus,” ungkap Sani.

PT ExxonMobil Lubricants Indonesia juga memberi dukungan pada acara ini, untuk mendukung performa maksimal bus melalui pelumas yang berkualitas dan melindungi mesin.

Sani rencananya akan mengunjungi salah satu PO di Sumatera barat yang sudah sangat tua, dan surat izinnya diterbitkan oleh Belanda sekitar tahun 1930-an.