Bus Terjebak One Way, Ratusan Penumpang Terlantar di Terminal Kudus

Merdeka.com - Merdeka.com - Ratusan penumpang bus jurusan Jakarta dan sekitarnya telantar di Terminal Induk Jati Kudus, Jawa Tengah. Hal ini disebabkan keterlambatan kedatangan bus dari Jakarta, Sabtu (7/5).

Haqi, salah satu calon penumpang tujuan Karawang di Kudus, mengakui menunggu bus sejak pukul 18.00 WIB, namun hingga pukul 23.00 WIB belum juga berangkat.

Informasinya, kata dia, bus yang dari Jakarta masih terjebak macet akibat sistem one way atau satu arah arus balik Lebaran, sehingga bus terpaksa melewati jalur kota.

Hanya saja informasi dari pihak agen bus, jalur kota padat kendaraan sehingga perjalanan dari Jakarta ke Kudus yang seharusnya tujuh hingga delapan jam, molor hingga beberapa jam.

"Padahal saya balik ke Jakarta lebih awal untuk menghadiri acara pada Minggu (8/5) siang," ujarnya.

Penjual tiket bus jurusan Kudus-Jakarta, Edi, mengakui ada 10-an bus dari satu perusahaan otobus (PO) saja yang datang terlambat akibat terdampak sistem one way.

Sebagian keberangkatan ke Jakarta, kata dia, menggunakan bus yang memang sudah ada di Jepara, sehingga bisa tepat waktu. "Sedangkan yang menggunakan bus dari Jakarta tentu terdampak karena ada yang menunggu sejak sore hari hingga pukul 22.30 WIB," katanya.

Karena masih ada bus yang terjebak kemacetan, maka PO Bejeu menyiapkan bus cadangan untuk mengangkut penumpang dari Terminal Induk Jati Kudus menuju Weleri Kendal.

"Nantinya sampai di Weleri akan diangkut dengan bus malam yang dari Jakarta, sehingga mereka tidak perlu menunggu terlalu lama di Terminal Kudus," ujarnya.

Normalnya, kata dia, bus dari Jakarta tiba di Kudus Sabtu (7/5) pukul 03.00 WIB, namun hingga Sabtu (7/5) malam belum juga tiba di Kudus.

Sementara keberangkatan dari Kudus, jadwalnya ada yang mulai pukul 19.00 WIB sehingga dijadwalkan Minggu (8/5) pukul 03.00 WIB tiba di Jakarta. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel