Bus Transjakarta Mengalami 508 Kecelakaan selama 2021

·Bacaan 1 menit
Kondisi bus Transjakarta yang menabrak separator busway di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta, Jumat (3/12/2021). Kecelakaan mengakibatkan bagian depan bus Transjakarta rusak karena menghantam separator busway. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Kelaikan dan Keselamatan DTKJ Prayudi mencatat sebanyak 508 kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta terjadi sepanjang 2021.

Kata dia, seluruh operator Transjakarta pernah mengalami kecelakaan tersebut. Perum PPD menempati urutan pertama terbanyak sebesar 34 persen.

"Mayasari Bakti menyusul sebagai operator kedua terbanyak menyumbang kecelakaan 32 persen, PT Steady Safe sebanyak 16 persen, Kopaja 13 persen dan Trans Swadaya tiga persen," kata Prayudi dalam konferensi pers, Rabu (29/12/2021).

Lalu, untuk operator Pahala Kencana dan Bianglala menyumbang kecelakaan sebesar satu persen. Prayudi menilai operator terendah mengalami kecelakaan disebabkan karena sudah terbiasa mengelola jarak jauh.

Dia menyatakan operator yang memiliki angka kecelakaan terbanyak yang memang memiliki spesialisasi mengoperasikan bus dalam kota.

"Sementara yang minim kecelakaan memang berpengalaman mengoperasikan bus antar kota antar provinsi. Mungkin bisa ada saling share informasi juga antar operator," ucapnya.

Kecelakaan Terbanyak

Sementara itu, Prayudi mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi Perum PPD dan Mayasari Bakti yang mengalami kecelakaan paling banyak.

Lanjut dia, operator bus Transjakarta harus memastikan pemeriksaan kesehatan pengemudi secara berkala. Misalnya kecelakaan Transjakarta yang terjadi dan menyebabkan pengemudi meninggal dunia.

"Ini ada apa, beberapa bagian yang kita kenali adalah kejadian kemarin yang meninggal di Jatinegara itu ya karena yang bersangkutan terkena serangan epilepsi," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel