Bus untuk Timnas Indonesia Segera Rampung, Siap Dipakai saat FIFA Matchday September 2022

Bola.com, Gianyar - Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengonfirmasi bus hibah dari BRI untuk Timnas Indonesia sedang dalam proses penyelesaian akhir. Bus tersebut diharapkan sudah bisa digunakan pada FIFA Matchday September 2022.

PSSI mendapatkan bus hibah dari BRI untuk kegiatan operasional Timnas Indonesia. Yunus Nusi mengaku, pihaknya berterima kasih kepada BRI untuk komitmen nyata pada sepak bola Indonesia.

"Kami terima kasih kepada BRI yang telah memberi sumbangan bus untuk Timnas Indonesia jumlahnya satu unit. Seharusnya dua, akan tetapi mungkin akan diangsur oleh BRI," kata Yunus Nusi.

"Tahun ini satu,sementara dalam proses rebranding seperti penempelan stiker dan lain-lain. Mercy kalau tidak salah. Pokoknya mewah dan mudah-mudahan kami harap pada September saat Timnas Indonesia main di FIFA Matchday sudah bisa dipakai," ucap Yunus Nusi.

Bus Timnas Indonesia nantinya akan menggunakan merek Mercedes-Benz. Terdapat 64 kursi dengan format 2-2 yang bisa menampung semua pemain, pelatih, dan ofisial skuad Merah Putih.

Pernah Dipinjamkan

Bus anyar yang didominasi warna merah itu bakal menjadi kendaraan pengangkut Timnas Indonesia baik ke tempat latihan maupun ke stadion tempat pertandingan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)
Bus anyar yang didominasi warna merah itu bakal menjadi kendaraan pengangkut Timnas Indonesia baik ke tempat latihan maupun ke stadion tempat pertandingan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Timnas Indonesia pernah mendapatkan pinjaman bus untuk kegiatan operasional pada 2018. Ketika itu, pinjaman datang dari Supersoccer yang bekerja sama dengan PSSI.

Namun, kerja sama keduanya akhirnya tak berlanjut. Bus yang telah dibranding dengan corak khas Timnas Indonesia kini tak lagi digunakan.

Bus tersebut dikembalikan ke yang punyanya. Sehingga kembali dioperasionalkan sebagai bus pariwisata.

Kontrak Habis

Bus yang membawa pemain dan staff pelatih Timnas Indonesia berangkat dari Hotel Sultan menuju SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Timnas Indonesia akan melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bus yang membawa pemain dan staff pelatih Timnas Indonesia berangkat dari Hotel Sultan menuju SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Timnas Indonesia akan melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Yunus Nusi membenarkan bus yang dulu pernah digunakan Timnas Indonesia sudah dikembalikan ke pemilik. Itu terjadi karena kontrak PSSI dengan sponsor peminjam bus sudah berakhir.

"Yang kemarin kan Garuda Select dan Mola. Sudah berakhir masa kontraknya," ujar Yunus Nusi.

"Mereka semua yang urus. Pokoknya di mana PSSI dan Timnas Indonesia pakai itu operasionalnya dari mereka. Timnas tinggal pakai dan itu sudah habis masa kerja samanya sehingga ditarik," tegas Yunus Nusi.

Aset PSSI

Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Adapun untuk bus yang dari BRI nantinya akan menjadi aset PSSI. Bus tersebut diberikan BRI dan segala bentuk operasionalnya bakal dibebani pada PSSI.

"Ini disumbangkan sehingga menjadi aset PSSI. BRI memang top," ucap Yunus Nusi.

"Akan tetappi, nanti tentunya akan ada branding dari pemberi seperi BRImo. Bantuan dari BRI, gambar-gambar pemain Timnas, dan lain sebagainya," ujar Yunus Nusi.

Terancam Batal?

Menit ke-6, Indonesia berhasil membuka keunggulan. Dimas Drajad menyambut operan Asnawi dengan sundulan terarah untuk menjebol gawang Nepal. (Dok. PSSI)
Menit ke-6, Indonesia berhasil membuka keunggulan. Dimas Drajad menyambut operan Asnawi dengan sundulan terarah untuk menjebol gawang Nepal. (Dok. PSSI)

Sementara itu, Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, menegaskan Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao pada FIFA Matchday, September 2022. Namun, duel tersebut diragukan terselenggara karena aturan vaksinasi COVID-19.

"Ada hal yang memang mereka belum vaksin semua. Namun, mungkin masih keburu atau tidak mereka melakukan vaksin," kata Mochamad Iriawan kepada wartawan di Gianyar, Bali.

"Kami perlu komunikasikan dengan Pemerintah. Sebab, Pemerintah kita mempunyai aturan sendiri," tegas pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel