Buset, Prajurit TNI Penjaga Jokowi Pernah Lari 3 Hari 2 Malam

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prestasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ternyata tak hanya melulu diraih dari medan pertempuran. Seperti halnya Praka Jumardi, angota Eskadron Kavaler Panser (Dronkavser) Pasukan Pemananan Presiden (Paspampres), yang punya banyak pengalaman dalam hal olahraga.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Portal Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) TNI, sejumlah prestasi pernah diraih oleh Jumardi. Sebagai atlet atletik di cabang lari, Jumardi bisa dikatakan gila dalam hal ketahanan fisiknya.

Salah satu kisah yang diceritakan Jumardi adalah saat mengikuti kejuaraan lari ultra, atau lari jarak jauh di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2019 lalu. Pria kelahiran Maros, Sulawesi Selatan, 10 Oktober 1989, berhasil mencapai garis finis pertama dalam kejuaraan itu.

Tak mudah bagi Jumardi untuk bisa mencapai garis akhir, apalagi di urutan pertama. Pasalnya, dalam catatan Portal PPID Jumardi disebut mencapai garis finis di posisi terdepan dengan catatan waktu 45 jam 13 menit, dan 48 detik. Catatan waktu tersebut didapat setelah Jumardi berlari melintasi Sumbawa Barat dengan total jarak 320 kilometer.

Pada rute awal, Jumardi juga berhasil mencatat waktu tercepat, 21 jam, 42 menit, dan 32 detik, setelah menempuh jarak 160 kilometer.

Dalam akun Youtube resmi Dronkavser Paspampres, Jumardi menceritakan bagaimana usaha kerasnya untuk bisa menginjak garis finis. Meskipun harus berlari di bawah cuaca panas yang terbilang ekstrem, mental baja seorang prajurit TNI pada akhirnya berhasil ditunjukkan oleh Jumardi.

***

"Saya berlari tiga hari dua malam, mulai dari 1 Mei sampai 4 Mei 2019," ucap Jumardi.

"Kata panitia, lomba ini paling ekstrem di Asia Tenggara. Karena, cuaca bisa mencapai 42 derajat (Celcius). Untuk masuk kualifikasi ini minimal pernah lari 100 kilometer. Waktu saya lari itu, saya kurangi kecepatan. Yang penting saya jangan ambisi, punya ketenangan, kesabaran, yang penting saya bisa finis," katanya.

Menurut Jumardi, jalur yang ditempuhnya selama lomba sangat berat. Selain cuaca panas, Jumardi juga harus melewati sejumlah tanjakan yang pastinya menguras tenaga. Kemudian saat malam hari tiba, Jumardi juga harus menghadapi bahaya adanya anjing liar dan ular.

Kemudian, Jumardi juga mengatakan bahwa ia sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Sumbawa. Oleh sebab itu, pada saat mengikuti lomba lari jarak jauh 320 kilometer Jumardi mengaku bahwa ia sama sekali belum pernah berlari dalam kondisi seperti di Sumbawa.

"Hal menarik lari melintasi Sumbawa adalah saya berlari di medan yang baru. Artinya, saya belum pernah ke Sumbawa. Alhamdulillah, saat pertama itu sangat sejuk. Tapi saat menanjak jam 9 siang, waduh itu panas sampai 40 derajat," ujar Jumardi melanjutkan.

"Bisa kita lihat aspal itu seperti ada gas, seperti fatamorgana. Begitu kita siram kepala, paling jarak 5 meter bisa kering lagi saking panasnya," katanya.