Butet Kartaredjasa: Ki Seno Nugroho Hadirkan Wayang Era Milenial

Donny Adhiyasa, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dalang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia pada umur 48 tahun. Ki Seno meninggal dunia akibat penyumbatan pembuluh darah, Selasa 3 November 2020 pukul 22.15 WIB.

Seniman Yogyakarta, Butet Kartaredjasa menilai Ki Seno sebagai dalang muda yang sebenarnya memunyai prospek luar biasa untuk menjawab masa depan. Termasuk menjawab tantangan bagi generasi milenial.

Butet menyebut bahwa secara ilmu pedalangan, banyak orang mengharapkan Ki Seno Nugroho sebagai pengganti Ki Hadi Suwito. Ki Hadi Suwito sendiri adalah seorang dalang terkenal dalam dunia wayang kulit.

"Celelekannya, kurang ajarnya (Ki Seno) bisa diterima oleh masyarakat oleh audiens dunia pakeliran. Sastranya genah. Keterampilannya genah dan banyak orang berharap pada Ki Seno," ungkap Butet di rumah duka, Rabu 4 November 2020.

Butet menerangkan Ki Seno adalah sosok dalang yang bisa menjawab kebutuhan milenial. Ki Seno disebut Butet sebagai salah satu dalang yang mulai menyentuh wilayah milenial dengan merespons keajaiban-keajaiban dunia virtual.

Butet menuturkan jika Ki Seno dengan program YouTube-nya mampu menjawab tantangan zaman. Selain itu Ki Seno juga membuat program wayang kulit yang bisa ditonton oleh semua orang Indonesia.

"Program dia (Ki Seno) main (wayang kulit) di rumahnya untuk bisa ditonton seluruh orang di Indonesia. Climen (cerita wayang pendek yang ditayangkan di YouTube oleh Ki Seno) itu bagi saya itu ikhtiar dia merespons dunia digital dunia pewayangan,"urai Butet.

"Mungkin itu bisa dijadikan inspirasi untuk dalang-dalang muda lain untuk menjelajah ruang eksplorasi yang lebih luas di dalam jagad virtual. Seno memulai dan membuka pintu untuk eksperimentasi-eksperimentasi itu," imbuh Butet.