Butet Manurung: Perempuan Hebat yang Rela Meninggalkan Ibu Kota Demi Sokola Rimba

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Butet Manurung yang bernama lengkap Saur Marlina Manurung adalah sosok di balik Sokola Rimba. Sekolah yang mengajarkan baca-tulis bagi anak-anak suku Anak Dalam di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas atau TNBD, Jambi, Sumatra Selatan.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com (10/4) Lulus sebagai sarjana dan master di bidang Antropologi, Butet bekerja di Warung Informasi Konservasi atau WARSI, sebuah LSM yang berkonsentrasi terhadap isu konservasi hutan di Sumatra, pada tahun 1999.

Menyelesaikan pendidikan master di jurusan Antropologi Terapan, Butet Manurung melanjutkan studinya di Australian National University bidang Pembangunan Partisipatif pada tahun 2012. Ia juga mengikuti kursus Global Leadership and Public Policy di Harvard Kennedy School, Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Sokola Rimba Memiliki Misi untuk Mengajarkan Pendidikan Bagi Anak Suku Dalam

Ilustrasi guru di daerah terpencil. (Butet Manurung - Sokola Rimba).
Ilustrasi guru di daerah terpencil. (Butet Manurung - Sokola Rimba).

Butet memiliki kontribusi yang banyak bagi dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak Suku Dalam. Misi yang diberikan kepada Butet Manurung saat itu adalah mengajarkan baca-tulis bagi anak-anak suku Anak Dalam di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas atau TNBD, Jambi, Sumatra Selatan. Inilah yang menjadi awal mula Butet Manurung dan empat temannya mendirikan Sokola.

Perjuangan Butet Manurung untuk mendirikan Sokola ini bukanlah sebuah perkara mudah. Bertahun-tahun masuk-keluar hutan dan ditolak mentah-mentah oleh Orang Dalam, karena ketakukan pendidikan akan mengubah adat istiadat mereka. Namun, hal ini bukan menjadi halangan baginya untuk tetap berbagi tentang pentingnya pendidikan.

Jalan panjang Butet pun menuai hasil. Berkat kegigihannya Butet Manurung berhasil menerima berbagai penghargaan internasional. Seperti Man and Biosphere (UNESCO/2011), Hero of Asia (TIME Magazine/2004), Ashoka Fellow (2006), Asia Young Leader (2007), Young Global Leader (2009), Ernst and Young Indonesian Social Entrepreneur of the Year (2012), dan Asia Nobel Prize (Ramon Magsaysay Award/2014).

Wah, sangat menarik kisah dari Butet Manurung ini ya Sahabat Fimela. Semoga kisahnya menginspirasi ya.

#ElevateWomen