Button: Alonso Lebih Baik sebagai Rekan Setim

André Wiegold
·Bacaan 1 menit

Pengalaman berkompetisi di berbagai ajang balap, tentu saja berpengaruh kepada mental dan gaya membalap Alonso. Faktor ini membuat Button yakin mantan rekan setimnya di McLaren Honda tersebut mampu bersaing dengan rival-rival yang lebih muda.

“Fernando akan kembali sebagai seorang pembalap yang lebih baik. Tidak masalah kalau ia menjadi pembalap lebih baik atau bekerja lebih baik dengan tim. Saya kira dia telah berubah,” ujarnya.

“Sungguh menarik karena Anda tidak menginginkan Fernando versi dua atau tiga tahun lalu dalam tim. Sekarang dia pemain tim yang jauh lebih baik, mengerti apa yang dibutuhkan agar sukses.”

Setelah meninggalkan F1 pada 2018, Alonso mencari tantangan baru untuk mencari tiga mahkota, seperti Monaco, Le Mans dan Indianapolis. Rupanya kemampuan membalapnya tak luntur di balik kemudi mobil tipe berbeda.

Driver 39 tahun itu mengangkat trofi juara di ajang Le Mans 24 dengan Toyota Gazoo Racing pada edisi 2018 dan 2019. Ia juga memenangi FIA World Endurance Championship 2018-2019. Sayangnya, peruntungan tidak bagus di Indy Car Series dan WeatherTech Sportscar Championship.

Baca Juga:

Hamilton Enggan Dianugerahi Gelar Kesatria Gasly Dibuat Malu oleh AlphaTauri

Dalam jangka panjang, ego pembalap tidak memegang peran penting. Sebab rekan setim harus memaksimalkan mobil. Pengalaman yang didapat Alonso dengan Sebastian Buemi dan Kazuki Nakajima di sisinya sangat berharga.

Button menilai alasan juara dunia F1 2005 dan 2006 kembali ke kancah persaingan jet darat sama seperti dengan Kimi Raikkonen. Pembalap Finlandia sempat mencicipi reli dan NASCAR selama jeda dari F1.

“Kimi Raikkonen sempat menghabiskan beberapa tahun jauh dari Formula 1 dan kemudian sadar betapa bagusnya itu (F1). Itu juga alasan Fernando kembali,” kata pembalap yang berdebut di British GT Championship, Oktober silam.

Dari fenomena tersebut, pembalap Inggris itu pun mengaku tertarik untuk kembali ke F1.