Butuh 2 Bulan, Ini Tahapan Autopsi Ulang Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Makam Brigadir J kembali dibongkar, Rabu (27/7). Tim dokter forensik akan melakukan autopsi ulang atas dugaan kejanggalan kematian Brigadir J yang ditemukan keluarga.

Tim dipimpin oleh dokter forensik RSCM, Ade Firmansyah Sugiharto. Jumlahnya ada 7 orang. Lima di antaranya merupakan dokter spesialis forensik.

Ade menjelaskan kronologi dan tahapan autopsi yang akan dilakukan tim. Bermula dari surat permohonan dari Bareskrim Polri.

"Kami menyusun tim ahli," jelas Ade di RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu (27/7).

Selasa (26/7), tim dokter langsung berkunjung ke rumah keluarga Brigadir J. Di sana, tim menjamin independesi kerja dari ahli forensik untuk melakukan autopsi.

"Kami sampaikan terkait teknis-teknis medis. Kami di sini bekerja secara independen dan imparsial," tegas Ade.

Setelah mendapatkan kepercayaan dan diskusi dengan keluarga, tim para Rabu (27/7) pagi, mulai membongkar makam Brigadir J. Pertama, memastikan bahwa jasad tersebut merupakan Brigadir J. "Itu sudah dipastikan pihak keluarga, ayah kandung," kata Ade.

Selanjutnya, jasad Brigadir J dibawa ke RSUD Sungai Bahar untuk diautopsi. Sejumlah kendala didapatkan oleh tim ahli.

Misalnya, jenazah sudah dalam kondisi diformalin. Kemudian ada beberapa bagian yang sudah mengalami pembusukan.

"Setelah kami lakukan pemerikaaan, semua sample telah kami kumpulkan dan akan kami bawa ke Jakarta untuk diperiksa mikroskopik Laboratorium RSCM," ujar Ade.

Ade menekankan, proses forensik membutuhkan waktu. Demi memastikan bahwa luka yang ditimbulkan tersebut terjadi sebelum atau sesudah kematian.

"Pada pemeriksaan tadi, selain tanda-tanda pembusukan. Kita lihat ada bentuk jenazah pasca diautopsi (awal). Mulai ada sayatan untuk membuka kepala dari tonjolan tulang mastoid dari kanan ke kiri. Serta berbentuk I dari tulang dagu hingga kemaluan. Itu memang standar autopsi," kata dia.

Ade mengakui permintaan autopsi ulang untuk menemukan bukti adanya dugaan luka selain luka tembak yang terjadi di tubuh Brigadir J.

"Itu menjadi fokus pemeriksaan sesuai masukan keluarga dan penasihat hukum," jelas Ade.

Ade meyakini pemeriksaan sampel yang dibawa ke RSCM Jakarta bisa menjaga integritas. Diprediksi, untuk pemeriksaan sampel jaringan membutuhkan waktu dua sampai empat minggu.

"Setelah itu tentu kami akan periksa lagi dan kami interpretasikan. Kalau saya boleh rentangnya antara 4-8 minggu. Sampai keluar hasil yang diminta penyidik," kata Ade. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel