Butuh 450 Tahun untuk Terurai, Galon Sekali Pakai Harus Didaur Ulang

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVASampah plastik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mudah didaur ulang adalah plastik jenis PET. Menurut Dhora Elvira dari LSM Sahabat Daur Ulang, sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah didaur ulang adalah plastik dari jenis PET.

"Plastik berbahan dasar PET, biasanya banyak digunakan di kemasan botol plastik air mineral, hampir semua merek botol plastik air mineral. Kalau galon, kalau tidak salah ada galon sekali pakai yang menggunakan bahan PET dengan Kode Plastik Daur Ulang No.1," ujarnya saat Webinar Waste Management untuk Mendukung Circular Economy, baru-baru ini.

Baca Juga: Tim Ahli BPOM Akui Iklan Galon Sekali Pakai Melanggar Etika

Senada dengan Dhora, menurut Ketua Ikatan Pemulung Indonesia, Prispolly Lengkong, selama ini para pemulung memanfaatkan nilai ekonomis dari sampah yang mereka pungut.

"Plastik jenis PET merupakan primadona untuk para pemulung, karena nilai ekonominya yang tinggi. Selain itu, plastik jenis ini lebih mudah didapatkan (selain di kawasan pariwisata, hotel dan resto)," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim menjelaskan, di ADUPI sendiri sampah plastik yang memiliki nilai jual tinggi dan tinggi pula demand-nya adalah sampah plastik single layer atau satu lapisan jenis polipropilena, PE, HDPE, PET, dan materi, selain plastik dengan kode No.7 (Bahan Kemasan Polikarbonat, PC yang biasa digunakan di kemasan galon isi ulang).

Sayangnya, ada upaya penggiringan opini bahwa plastik bahan PET dari kemasan sekali pakai dengan plastik Kode Daur Ulang No.1 disamakan katagorinya dengan kantong plastik yang memang sulit didaur ulang.

"Opini pun dibuat dengan mengangkat isu bahwa galon sekali pakai atau kemasan plastik sekali pakai dengan Kode Daur Ulang No.1 dapat menumpuk sampah plastik. Pada kenyataannya, tentu saja penggiringan opini ini adalah tidak benar dan menyesatkan konsumen," tutur Christine.

Karena sebenarnya, menurut Christine, galon atau kemasan plastik sekali pakai berbahan PET dengan Kode Daur Ulang No.1, dapat segera didaur ulang dan menjadi bahan-bahan bermanfaat, seperti menjadi dakron bahan baku bantal, guling, kasur, bahan benang nilon dan lain sebagainya, yang bermanfaat bagi konsumen, sehingga proses Circular Economy yang digaungkan oleh Kementrian Lingkungan hidup dapat tercipta pada proses daur ulang ini.

"Kehadiran galon air kemasan sekali pakai, justru menghemat pemakaian plastik. Contoh dengan 1 galon bisa memuat 19 liter air. Jika digantikan dengan botol yang isinya 500 ml, malah menambah jumlah sampah botol yang dipakai. Untuk perusahaan daur ulang plastik juga lebih mudah untuk didaur ulang. Ini justru ramah lingkungan," ungkapnya.

Hal serupa diutarakan Dhora. Menurutnya, sampah plastik lebih baik jika dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Karena butuh waktu 450-1.000 tahun untuk sampah dari botol plastik dapat terurai.

"Barang-barang plastik dapat terurai di tanah 1.000 tahun lamanya, sedangkan kantong plastik 10 hingga 1.000 tahun. Botol plastik dapat terurai di alam sekitar 450 tahun," tutup Dhora Elvira.