Butuh 5 Tahun untuk Pulihkan Pariwisata Thailand Pasca-pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bangkok - Sejak pemerintah di seluruh dunia memutuskan untuk menutup perbatasan mereka tahun lalu dalam upaya untuk menahan penyebaran COVID-19, berbagai industri telah benar-benar lumpuh oleh kurangnya lalu lintas orang dari berbagai penjuru negara.

Dari semua sektor ekonomi yang berbeda ini, pariwisata dan penerbangan telah sangat terpukul. Apalagi, banyak negara-negara di dunia yang cukup bergantung pada pariwisata, seperti Thailand.

Pihak berwenang mengatakan industri pariwisata Thailand bisa memakan waktu hingga lima tahun untuk pulih dari COVID-19 atau pada akhir tahun 2026, Bloomberg melaporkan seperti dikutip dari Mashable, Minggu (30/5/2021).

Menurut National Economic and Social Development Council Thailand (NESDC), sektor pariwisata berkontribusi sekitar seperlima ekonomi negara itu sebelum pandemi melanda.

Pada tahun 2019 saja, hampir 40 juta orang mengunjungi Thailand, menghasilkan hampir US$ 57,5 miliar (1,8 triliun Baht Thailand) dalam pendapatan pariwisata.

Mengutip NESDC, sebuah laporan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa lebih dari tujuh juta orang akan terkena dampak langsung dari pemulihan yang tertunda, yang pasti akan memaksa mereka untuk mencari peluang kerja di bidang lain yang lebih stabil secara ekonomi.

Ini datang sebagai kabar pahit yang mengejutkan, meskipun analisis sebelumnya memprediksi pemulihan pariwisata Thailand akan berlangsung hanya dalam dua tahun.

Rencana Membuka Kembali Gerbang Pariwisata

Sebuah pantai yang kosong di Phuket, Thailand (13/9/2020). Pusat Administrasi Situasi COVID-19 Thailand pada Senin (28/9) mengatakan pihaknya akan mengizinkan lebih banyak kategori warga asing masuk ke Thailand mulai Oktober mendatang dan seterusnya. (Xinhua/Zhang Keren)
Sebuah pantai yang kosong di Phuket, Thailand (13/9/2020). Pusat Administrasi Situasi COVID-19 Thailand pada Senin (28/9) mengatakan pihaknya akan mengizinkan lebih banyak kategori warga asing masuk ke Thailand mulai Oktober mendatang dan seterusnya. (Xinhua/Zhang Keren)

Thailand menutup perbatasannya bagi sebagian besar wisatawan asing pada Maret 2020. Tetapi ada rencana untuk secara bertahap membuka kembali beberapa tempat.

Meskipun terus berjuang untuk menahan penyebaran COVID-19, pemerintah Thailand telah membantah gagasan untuk membuka kembali berbagai hotspot pariwisata kepada wisatawan yang divaksinasi.

Pulau Phuket yang cerah akan menjadi yang pertama dibuka pada bulan Juli, sementara 10 tujuan Thailand lainnya ditetapkan untuk menyambut pengunjung asing pada bulan Oktober, akhir tahun ini. Phuket akan menjadi proyek percobaan pemerintah Thailand dalam apa yang dijuluki program percontohan sandbox pariwisata mereka.

Menurut Bangkok Post, semua orang yang terlibat dalam industri pariwisata Phuket akan divaksinasi sebelum musim liburan dibuka. Ini setidaknya akan menempatkan 'frontliner pariwisata', berjumlah sekitar 94.000 orang, dalam posisi aman untuk melaksanakan tugas mereka begitu pengunjung asing tiba.

Sekitar 400.000 orang yang secara resmi menyebut Phuket sebagai rumah mereka (di atas kertas) juga akan ditargetkan untuk vaksinasi tepat waktu untuk pembukaan kembali pulau itu.

Secara keseluruhan, pemerintah Thailand berencana untuk mengotasi setidaknya 70 persen populasi pulau itu pada akhir Juni 2021.

Thailand masih terguncang dari dampak mematikan dari gelombang COVID-19 ketiga yang menyapu seluruh negara pada bulan April.

Selama gelombang ketiga, Thailand mencatat mengejutkan 106.576 kasus baru dan 738 kematian. Ini membawa total nasional menjadi sekitar 137.894 kasus sejak pandemi dimulai, bersama dengan 873 kematian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel