Butuh kolaborasi semua pihak turunkan angka kekerasan perempuan-anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam upaya menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Isu perempuan dan anak memang seharusnya menjadi perhatian bersama dari semua pihak. Untuk menyelesaikan isu tersebut dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang menjadi kekuatan bersama, khususnya dalam penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Menteri PPPA dalam keterangan, Jakarta, Selasa, terkait acara Road to Urban 20 Summit High Level Talkshow: Service Innovation in Gender Based Violence Prevention and Response as part of Inclusive Social Recovery in DKI Jakarta.

Kegiatan ini merupakan side event Urban 20 (U20) yang merupakan salah satu engagement group dalam Presidensi G20 Indonesia.

Pihaknya mengatakan saat ini prevalensi kekerasan seksual meningkat akibat masa pandemi COVID-19.

"Terlebih, prevalensi kekerasan seksual yang dilakukan pelaku yang bukan pasangan korban di masa pandemi COVID-19 meningkat dari 4,7 persen pada tahun 2016 menjadi 5,2 persen pada tahun 2021, ini data dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) tahun 2021," katanya.

Baca juga: Anies: Jakarta berkomitmen lindungi perempuan dan anak dari kekerasan
Baca juga: Perhimpunan Perempuan edukasi warga DKI cegah kasus kekerasan anak

Namun demikian, pihaknya mengatakan kondisi saat ini telah menunjukkan besarnya perhatian dan kerja bersama dari berbagai pihak untuk terlibat dalam penyelesaian isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Bintang menambahkan kondisi ini cukup menggembirakan dan memberikan harapan baru bagi upaya pemerintah memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.

Pihaknya mengapresiasi United Nations Development Programme (UNDP), Pemerintah DKI Jakarta yang juga didukung oleh Pemerintah Jepang dan United Nations Seoul Policy Center (USPC) Korea yang telah bekerja sama untuk menciptakan sistem, program, dan kegiatan untuk mencegah, memberantas dan menangani kekerasan berbasis gender.

Menteri PPPA berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk belajar bersama dan menjadi wadah untuk saling berkolaborasi dalam menciptakan dunia yang ramah bagi perempuan dan anak.

Baca juga: Menteri PPPA resmikan rumah perlindungan perempuan-anak di Sumba

Baca juga: MPR minta Kemen PPPA bentuk satgas cegah kekerasan perempuan dan anak

Baca juga: Polri didorong percepat bentuk direktorat pelayanan perempuan dan anak