Butuh Pengakuan Internasional, Taliban Temui Delegasi AS dan Uni Eropa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Taliban mengadakan pembicaraan tatap muka pertama mereka dengan delegasi gabungan AS-UE pada Selasa (12/10) di Qatar ketika Brussels menjanjikan bantuan 1 miliar euro (US$1,2 miliar) untuk Afghanistan.

Pada pertemuan Doha dan konferensi ekonomi utama dunia, G20, pesan untuk Taliban adalah sama: dunia berkomitmen untuk bantuan kemanusiaan bagi rakyat Afghanistan yang menderita, dan negara itu tidak boleh menjadi basis militan. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (13/10/2021).

Uni Eropa membuka KTT G20 virtual dengan menjanjikan paket bantuan satu miliar euro, termasuk uang untuk kebutuhan kemanusiaan yang mendesak dan tetangga Afghanistan yang menerima warga Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban.

Taliban garis keras mencari pengakuan, serta bantuan untuk menghindari bencana kemanusiaan, setelah mereka kembali berkuasa pada Agustus setelah penarikan pasukan AS.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bantuan untuk Afghanistan

Mantan utusan Taliban untuk Arab Saudi Shahabuddin Delawar (tengah) menyeruput kopi sebelum pertemuan dengan diplomat asing di Doha, Qatar, Selasa (12/10/2021). Taliban mengadakan pembicaraan dengan utusan Uni Eropa dan AS untuk mencari dukungan internasional. (KARIM JAAFAR/AFP)
Mantan utusan Taliban untuk Arab Saudi Shahabuddin Delawar (tengah) menyeruput kopi sebelum pertemuan dengan diplomat asing di Doha, Qatar, Selasa (12/10/2021). Taliban mengadakan pembicaraan dengan utusan Uni Eropa dan AS untuk mencari dukungan internasional. (KARIM JAAFAR/AFP)

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, bantuan itu dimaksudkan "untuk mencegah keruntuhan besar kemanusiaan dan sosial-ekonomi".

Dia menekankan dana itu adalah "dukungan langsung" untuk Afghanistan dan akan disalurkan ke organisasi internasional, bukan ke pemerintah sementara Taliban, yang tidak diakui oleh Brussels.

"Kami sudah jelas tentang kondisi kami untuk setiap keterlibatan dengan pihak berwenang Afghanistan, termasuk dalam menghormati hak asasi manusia," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel