Butuh Perawatan Khusus, Bagaimana Menyusui untuk Bayi Prematur

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kabar bahagia datang dari pasangan suami istri Audi Marissa dan Anthony Xie. Audi diketahui telah melahirkan anak pertamanya hari ini pukul 00.21 WIB. Dijelaskan oleh Audi, putra pertamanya yang diberi nama Anzel lahir secara prematur.

Bayi prematur atau lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan membutuhkan perawatan khusus dan memerlukan usaha serta perhatian lebih, termasuk dalam proses pemberian Air Susu Ibu (ASI). Bagi bayi yang dilahirkan secara prematur, air susu ibu (ASI) menjadi hal yang sangat penting diberikan untuk menjaganya tetap tumbuh dengan baik dan sehat.

Namun, tak mudah untuk menyusui bayi prematur, sebut saja payudara ibu yang belum siap menghasilkan ASI. Lantas bagaimana menyusui bayi prematur?

Dalam channel YouTube drtiwitv, Spesialis Anak Konsultan, Dr.dr. Rinawati Rohsiwatmo, Sp.A (K) dijelaskan bahwa setiap ibu hamil mengalami perubahan metabolisme, sehingga pada trimester III sudah ada produksi ASI pada ibu. Namun produksi ASI itu optimal jika sudah dipersiapkan sejak awal kehamilan oleh ibu.

"Mental dan fisik. Mental saya niat saya ikhlas menyusui tidak ragu asi yang terbaik. Tapi enggak hanya niat tanpa usaha tidak bisa, usahanya makan harus benar gizi mesti cukup seimbang dan kalau ibu hamil makan 2x lipat waktu menyusui banyak lagi, dibarengi nutrisi," kata dia dalam bincang ASI untuk bayi prematur dalam channel YouTube drtiwitv.

Selain itu, Rina juga menjelaskan bagi para ibu hamil juga bisa membentuk kelompok kecil yang ditujukkan untuk saling memberi informasi dan dukungan antar kelompok.

"Kadang 35-36 minggu ASI ada yang keluar ada yang belum jadi prinisipnya semua ibu bisa hasilkan asi cuman jumlahnya beda-beda. Disarankan alangkah bagusnya ibu hamil punya kelompok saling menolong mendengar," ujar dia.

Selain itu, jadikan wadah kelompok tersebut sebagai wadah untuk saling membatu satu sama lain, termasuk dalam hal donor ASI. Pemberian donor ASI ini juga perlu diperhatikan oleh ibu dengan mengecek catatan kesehatan calon pendonor selama tiga bulan terakhir untuk memastikan calon donor ASI sehat bebas dari HIV, Hepatitis dan sebagainya.

"Di awal bayi 24 jam harus diberi ASI. Tapi ada ibu yang tidak bisa keluar bahkan sudah dipompa. Tidak apa-apa jangan dipush. ASI tetap bisa diberikan dari ASI donor yang aman tadi, maka dari itu perlu dipersiapkan dari awal," kata dia.