Butuh Rp1,3 Triliun untuk Bangun Trem, Ini Langkah Pemkot Bogor

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun untuk mewujudkan pembangunan angkutan trem. Angka tersebut hampir separuh dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun 2022.

Untuk menyiasati besarnya kebutuhan anggaran pembangunan trem, Pemkot Bogor pun menggandeng PT Indonesia Insfrastructure Finance (IIF) sebagai investor demi penataan transportasi di Kota Hujan.

"Untuk pembiayaan menggunakan APBD tidak memungkinkan. Maka kita cari investor. Jika memakai dana pinjaman pun skemanya berat, seperti pengembalian dan sebagainya," ujar Kepala Bappeda Kota Bogor Rudy Mashudi, Rabu (7/9).

Rudy menerangkan, Pemkot Bogor menargetkan trem dapat mulai dibangun pada 2026. Namun, beberapa tahapan tetap harus ditempuh, mulai dari perencaan, regulasi, aspek teknis hingga pembiayaan.

"Jika semua tahapan sudah ditempuh, maka pembangunan fisik bisa digarap pada 2026. Tahapan-tahapan ini terus dimatangkan. Kita konsentrasi pada aspek regulasi, teknis dan pembiayaan," jelas Rudy.

Hapus Angkot di Perkotaan

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan bahwa trem akan menjadi moda transportasi massal utama di Kota Bogor dan menghapus angkutan perkotaan (angkot) yang selama ini menghiasi jalan-jalan di Bogor.

"Nantinya di pusat kota, dilayani bis kota dan trem. Saat ini, kita kerjaan satu koridor dulu. Nantinya ada empat koridor. Jadi trem ini untuk jangka panjang dalam penataan transportasi Kota Bogor," kata Bima Arya, Rabu (31/8).

Dia menjelaskan, angkot akan difungsikan sebagai feeder di batas-batas Kota Bogor. Sehingga pada jalan-jalan di pusat pemerintahan, bersih dari angkot. Meski begitu, Bima Arya menilai penataan ini baru akan rampung dalam 5 hingga 15 tahun ke depan.

"Kita akselerasi dari sekarang. Jadi pada masa depan, tidak ada lagi angkot di pusat kota. Angkot menjadi feeder kemudian ke bis kota sebagai transportasi utama yang akan terus ditambah. Begitu juga trem," jelas Bima.

Bima Arya mengungkapkan, kajian teknis untuk pembangunan infrastruktur trem di Kota Bogor telah rampung. Pemerintah Kota Bogor pun bekerja sama dengan Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk pendanaannya.

"Kita pakai Perumda Trans Pakuan bermitra dengan IIIF akan mengeksplorasi, elaborasi model pendanaannya, sambil menyempurnakan terus kajian teknisnya bagaimana," terang Bima Arya. [yan]