Buya Yahya: Bagaimana Mengetahui Orang akan Meninggal Menurut Islam?

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAKematian merupakan suatu hal yang pasti akan terjadi dan akan dihadapi oleh semua makhluk hidup di dunia. Kematian seseorang merupakan rahasia Allah yang tidak diketahui kapan akan terjadi.

Berbicara tentang kematian, terkadang akan muncul firasat dari teman, keluarga, maupun orang terdekat. Firasat tersebut kemudian dikaitkan dengan tanda-tanda kematian seseorang.

Beberapa firasat tersebut biasanya akan muncul seperti berubahnya perilaku seseorang, perubahan fisik seseorang hingga adanya anggapan ketika burung gagak mengitari area rumah orang yang akan meninggal.

Lalu bagaimana islam memandang hal tersebut? Yuk baca detailnya berikut ini.

Buya Yahya pun menjelaskan bahwa terkait dengan tanda kematian sendiri ada baiknya manusia berprasangka baik (husnudzan) kepada Allah.

"Hendaknya kita berhusnudzon kepada Allah, tidak berprasangka buruk, artinya enggak perlu kita berprasangka atau menduga orang ini ada tanda kematian. Karena biarpun ada tanda kematian pun belum tentu mati," "kata Buya Yahya seperti dalam chanel YouTube Al Bahjah Tv.

Buya Yahya menjelaskan biasanya perbincangan tentang tanda-tanda kematian itu akan diceritakan kalau orang itu meninggal nanti. Misalnya seperti yang dicontohkan beliau 'Oh sebelum mati aku melihat ini, ada tanda begini'.

"Tapi ada tanda yang dilihat tapi enggak mati-mati, jadi enggak perlu lah. Kalaupun itu keluarga atau orang tua ada tanda kematian kita husnudzon semoga panjang umur. Jadi yang namanya tanda enggak mesti ada bahkan ada kematian tanpa tanda ngobrol asyik balik ke kamar meninggal," ujar Buya Yahya.

Buya Yahya melanjutkan ada baiknya manusia untuk tidak was was ketika berbicara tentang tanda-tanda kematian. Beliau pun menyarankan agar setiap manusia selalu mempersiapkan diri untuk kematian. Jangan sampai ketika dipanggil Allah, kata beliau kita dalam keadaan penuh dosa.

"Jadi hendaknya kita jangan berurusan dengan ini nanti bikin kita was-was melihat orang begini wah tanda kematian, kemudian melihat diri sendiri wah kematian. Akan tetapi hendaknya kita setiap saat menyiapkan diri untuk mati, kapan pun mati mari kita siapkan jauhi kemaksiatan minta ampun kepada Allah," tutur Beliau.