Buya Yahya Ungkap Bedanya Siap Nikah dengan Hanya Ingin Nikah

Tasya Paramitha
·Bacaan 2 menit

VIVAPernikahan akan menjadi momen yang membahagiakan bagi semua orang, dan akan menjadi pintu untuk memasuki kehidupan yang baru sebagai sepasang suami istri. Karena pernikahan merupakan sebuah tujuan utama dalam hidup, yaitu sesuatu yang memang harus kita gapai dan jalani.

Terkadang pula kita sudah bosan saat ditanya, ‘Kapan nikah?’ dan ‘Ingin mengikuti takdir saja?’ Namun, hiraukan saja jika Anda mengalami hal ini. Jangan menikah hanya karena banyak yang menanyakan hal itu kepada Anda.

Menurut Buya Yahya, menikah bukan lomba untuk memenangkan siapa yang lebih dulu menikah, tapi perlu ada kesiapan dan tanggung jawab yang besar untuk melakukan hal tersebut. Saat Anda memutuskan untuk menikah karena risau oleh lingkungan Anda, belum tentu juga Anda akan benar-benar siap untuk menikah.

Masalah keinginan menikah yang perlu dipertimbangkan adalah niat pribadi Anda yang tidak perlu orang lain ketahui kecuali diri Anda sendiri. Karena hal ini adalah ukuran. Hukum nikah pun ada yang sampai derajat wajib dan sunah.

Menurutnya, menikah secara sunnah bisa dilakukan jika pasangan tersebut dalam keadaan baik, sudah mempunyai cukup materi dan yang menganggap jika dirinya menikah, dapat terhindar dari zina.

Tetapi jangan pernah Anda tergiur untuk dapat menikah muda, karena banyaknya kerabat Anda yang menikah muda. Hal tersebut sangat tidak dianjurkan sekali karena menikah memerlukan banyak persiapan yang harus bisa kita lalui dengan baik.

"Jangan pernah kita mengukur orang dengan badan kita sendiri, mengukur nafsu orang dengan nafsu sendiri, dan mengukur syahwatnya seseorang dengan syahwatnya sendiri,” kata Buya Yahya dikutip VIVA dari YouTube-nya.

“Jadi yang perlu menjadi ukuran adalah dirinya sendiri. Kalau Anda rasa Anda sudah niat, sudah mampu dan ingin menghindari perzinaan, menikahlah dengan orang yang Anda rasa tepat,” tambahnya.

Namun, hal aneh yang sering kita lihat adalah sebuah pernikahan yang terjadi bukan dilandasi dengan kesiapan, melainkan karena ketakutakan dan persaingan. Takut dibilang terlambat, takut didahului orang lain dan takut akan hal-hal lainnya.

Sehingga pernikahan yang terjadi cenderung hanya dalam waktu singkat dan mudah kandas, seperti perceraian yang didapatkan.

Jika betul ingin menikah dalam waktu cepat, Buya Yahya mengatakan agar pikirkan dan persiapkanlah hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan dengan matang. Jangan pula Anda mengutamakan resepsinya, karena sebuah resepsi sebaiknya dibuat secara sederhana saja. Yang penting adalah kehidupan pernikahan setelah resepsi.

Dan menikahlah karena Anda yakin bahwa Anda sudah siap dan sudah menemukan pasangan yang terbaik. Pasangan yang baik adalah ia yang dapat membimbing Anda di dunia dan akhirat.

Jangan pernah menikah karena tren, karena suatu saat nanti Anda akan menyesal. Jadi intinya menikahlah karena Anda dan pasangan Anda sudah siap. Tak lupa juga selalu berdoa agar Anda selalu diridhoi Allah SWT.

Laporan: Prima Nadia Rahayu