BWF Didesak Klarifikasi dan Bikin Surat Permintaan Maaf Resmi ke PBSI

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Desra Percaya memutakhir kabar pasca didepaknya tim bulutangkis Indonesia dari BWF World Tour 1000 All England Open 2021.

Desra mengaku telah melakukan komunikasi secara intensif. Ia telah bicara dengan National Health Service (NHS) atau otoritas kesehatan Inggris, Presiden Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) Erik Hoyer Larsen, Badminton Inggris dan lainnya.

"Semua upaya sudah saya laporkan ke Ibu Menlu Retno Marsudi. Ibu menteri pun sudah menyampaikan ke Menlu Inggris. Kemarin saya sudah marathon komunikasi kepada semua pihak, dari berbagai komunikasi, dalam saya simpulkan tidak ada kebijakan bersifat diskriminatif, namun karena kompetensi BWF tidak baik dalam pelaksaan kebijakan itu telah terjadi diskriminasi dan unfair," ujar Desra dalam konferensi pers via zoom, Jumat malam 19 Maret 2021.

"Saya sampaikan marah saya kepada pihak pemangku kepentingan, Presiden BWF Erik Hoyer Larsen, dan lainnya. Minta mereka klarifikasi menyampaikan maaf ke PBSI," ucapnya.

Ia juga menegaskan kepada BWF, klarifikasi dan permintaan maaf harus disampaikan secara tertulis alias membuat surat resmi.

"BWF menjawab tidak ada kebijakan dan niat diskriminasi serta perlakuan tidak fair terhadap Indonesia. BWF dan Badminton Inggris saya sampaikan, saya minta mereka keluarkan surat," ucapnya.