BWF Jangan Senang Dulu, Indonesia Desak Ganti Rugi Biaya All England

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVAAll England Open 2021 memang sudah selesai, tapi banyak cerita menarik dari kisruh yang terjadi di sana. Hal ini terkait perlakuan tak manusia penyelenggara dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

Cerita demi cerita soal bobroknya BWF dibongkar. Ketidakadilan dan kurangnya kompetensi BWF membuat tim bulutangkis Indonesia harus didepak.

BWF memang sudah melayangkan surat permintaan maaf, tapi Indonesia tak mau selesai hanya lewat maaf. Banyak kerugian yang dialami, selain tak dapat gelar juga rugi materi.

Atlet bulutangkis Indonesia, Greysia Polii menuntut alias mendesak BWF ganti rugi. Harusnya sejak awal ultimatum Indonesia didengar agar tak terjadi masalah dikemudian hari.

Greysia mengulas kembali tuntutan Indonesia yang tak diindahkan BWF. Akhirnya ganti rugi merupakan jalan terbaik sebagai salah satu dari tiga tuntutan Indonesia.

"Ada tiga poin, kalau mau fair waktu kita mau tanding satu kita di swab ulang. Dia (BWF) harus bela kita untuk nanyain ke NHS, ini bukan soal satu orang," ujar Greysia baru-baru ini dalam sebuah acara televisi swasta.

"Kedua, mau enggak mau harusnya diisolasi semua dong. ditunda dulu semua pertandingan, diclear dahulu. Kita kan sudah main sama mereka, satu hall," tambah Greysia.

Poin ketiga itu ganti rugi. All England sudah selesai, ada juara dan menurut BWF sukses. Ganti rugi dituntut karena ada yang menggunakan biaya sendiri, juga efek perlakuan tak manusiawi diusir dipaksa mundur lalu disuruh jalan kaki.

"Sebenarnya kita enggak mau ganti rugi, tapi ini partisipasi Indonesia itu bayar sendiri, hotel ko Hendra bayar sendiri," jelasnya.

"Kami dipulangkan harus ada yang diganti. Action dari pemintaan maaf itu penting, merugikan atlet dan negara Indonesia," tegasnya.