Cabuli 6 Anak, Pelatih Sepak Bola di Jambi Terpengaruh Komunitas LGBT

Bayu Nugraha, Syarifuddin Nasution (Jambi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – JK, (27), warga Desa Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.akhirnya masuk sel tahanan Polres setelah mengaku mencabuli anak sebanyak enam orang.

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro mengatakan, JK yang merupakan pelatih sepak bola mengaku mencabuli anak dirinya karena nafsu. Pada saat mau melakukan pencabulan, pelaku terlebih dahulu merayu dan membujuk korban dan setelah itu pelaku mencabuli korban satu-persatu.

"Korbannya baru ada 6 orang dan dan pelaku mencabuli korban karena nafsu dan terhitung baru satu kali melakukan namun korbannya sudah banyak," ujarnya, Kamis, 4 Februari 2021.

Guntur menuturkan, dari penelusuran penyidik Polres, pelaku yang sudah jadi tersangka melakukan aksi bejadnya sejak bulan Agustus 2019.

"Pengakuan Pelaku, melakukan pencabulan terhadap korban dari bulan Agustus 2019 hingga Februari 2021," jelasnya.

Dari pemeriksaan, diketahui tersangka pernah mengikuti komunitas LGBT (lesbi, gay, biseksual dan transgender). Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Kalau dari rekam jejak, pelaku pernah ikut komunitas LGBT dan atas kelakuan pelaku terancam 15 tahun penjara," katanya.

Terpisah, Ketua KONI Jambi, Budi Setiawan, berharap para pelatih-pelatih cabang olahraga raga agar mempunyai rasa malu, dan mempunyai iman dan selalu menjaga nama baik olahraga PSSI Jambi.

"Pelaku yang sudah ditetapkan jadi tersangka Polres Tanjabbar, bukanlah pelatih sepak bola dari PSSI, melainkan pelatih sepak bola antar kampung namun tidak terdaftar di PSSI," katanya.

Baca juga: Pelatih Sepak Bola di Jambi Cabuli Anak Didiknya