Cabuli gadis di bawah umur, anggota DPRD Lebak dibui 6 tahun

MERDEKA.COM. Majelis hakim Pengadilan Negeri Pandeglang menjatuhkan hukuman penjara empat tahun kepada anggota DPRD Kabupaten Lebak Banten, Yaya Supriadi (40). Yaya terbukti mencabuli IN, seorang gadis di bawah umur.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Noerista Suryawati di dampingi hakim anggota Lili Evelin dan Diana Febrina Lubis mengatakan, terdakwa Yaya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pencabulan terhadap korban IN.

"Terdakwa terbukti melanggar dakwaan subsidair pasal 81 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, berbunyi, dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya, terbukti," kata Hakim Noerista Suryawati saat membacakan materi putusan, Banten, Kamis (14/2).

Selain penjara empat tahun, Yaya juga diwajibkan membayar denda Rp 60 juta subsider kurungan lima bulan penjara.

Usai mendengarkan putusan dari majelis hakim, terdakwa Yaya di dampingi penasehat hukumnya Satupali, menyatakan pikir-pikir. Kata Satupali, pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak itu tidak terbukti dalam persidangan.

"Setelah mendengar penyataan terdakwa, kami akan pikir-pikir dulu atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim," jelas Satupali.

Vonis majelis hakim itu lebih rendah dari pada tuntutan JPU, yang menuntut terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara, denda Rp 100 juta, subsidair 6 bulan penjara.

Yaya melakukan perbuatan pencabulan terhadap korban, yaitu seorang pelajar asal Lebak (7/12/2010). Aksi pencabulan dilakukan di dalam mobil, di  wilayah Kabupaten Pandeglang.

Lalu korban bersama keluarga, melaporkan tindakan bejat itu ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang, Jumat (20/4/2012).

Kemudian ditindaklanjuti oleh aparat setempat, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bahan keterangan.

Rabu (25/7/2012) lalu, setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Pandeglang, Yaya tidak pulang lagi, melainkan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Mapolres Pandeglang.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.