Cabut Gugatan, Slank Konser Bareng Polisi

TEMPO.CO, Jakarta -Usai berdialog dengan Mabes Polri, grup musik Slank sepakat mencabut gugatan uji materi undang-undang soal izin keramaian yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Personel Slank, Bimbim, mengatakan daripada menghabiskan waktu untuk melakukan sidang gugatan, lebih baik grupnya bekerja sama dengan kepolisian melakukan kegiatan bersama.

"Seperti penyuluhan narkoba, dan Insya Allah kami berencana mengadakan konser bersama dalam waktu dekat," kata Bimbim di Mabes Polri, Jumat, 22 Februari 2013.

Vokalis Slank, Kaka, menyatakan konser bersama itu untuk menunjukkan bahwa tak ada lagi masalah antara grupnya dengan kepolisian. Mereka telah akur untuk urusan pencekalan. "Itu buat menjawab bahwa tidak ada masalah dengan pencekalan," ujar dia.

Slank mengajukan gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 15 UU Ayat (2A) tentang izin keramaian di Mahkamah Konstitusi. Alasannya, mereka sering dilarang konser karena dianggap kerap berujung kericuhan. Slank merasa dirugikan karena hampir 7-8 kali konsernya dicekal oleh Badan Intelijen dan Keamanan Polri, sebagai badan yang berwenang mengeluarkan izin keramaian, di berbagai wilayah di Indonesia.

Namun, mereka berencana menarik gugatan itu dengan alasan Mabes Polri menjamin tak akan mencekal konser mereka dan musisi lainnya. Alasan lainnya, Slank tak ingin ditunggangi pihak lain dalam uji materi tersebut.

NUR ALFIYAH

Berita terpopuler:

Inilah Gambar Pornografi Kuno Pertama Dunia

Kode Korupsi Al-Quran: Santri, Pengajian, Murtad

Rektor Unsoed Purwokerto Jadi Tersangka Korupsi

Ini Alasan Pemerintah Ingin Hapus Dinasti Politik

Besok, La Nyalla Kembali Berkantor di PSSI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.