Cacar monyet – kegagalan pemerataan vaksin global berikutnya?

Akses yang tidak adil ke vaksin COVID-19 telah menjadi kegagalan moral yang besar yang sebelumnya telah diperingatkan oleh direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal tahun 2021.

Upaya internasional untuk mendistribusikan dosis vaksin COVID-19 secara adil gagal total selama 2020-2021, ketika negara-negara kaya membeli sebagian besar pasokan global, meninggalkan dosis yang tidak mencukupi untuk negara-negara yang tidak mampu membeli vaksin di pasar swasta. Hal ini mengakibatkan ratusan ribu kematian yang tidak perlu di negara-negara berpenghasilan rendah.

Tren yang meresahkan (dan familiar) muncul

Bahkan saat ini, dengan lebih dari 12,5 miliar dosis yang sekarang diberikan di seluruh dunia, sekitar satu dari lima orang di negara berpenghasilan rendah belum menerima dosis COVID-19 vaksin. Dan karena masalah mendasar dari pemerataan vaksin sebelumnya belum terpecahkan, kesenjangan akses ke vaksin cacar monyet akan menjadi aib global berikutnya.

Kita sudah melihat pola yang sama muncul: nasionalisme vaksin – karena negara-negara kaya menimbun dosis terbatas yang tersedia – dan hak eksklusif untuk membuat produk medis yang secara hati-hati dilindungi oleh perusahaan farmasi di Barat. Sementara, negara-negara miskin tak memiliki akses ke persediaan vaksin atau sarana untuk membuatnya sendiri.

Lire la suite: Monkeypox in Australia: should you be worried? And who can get the vaccine?

Jika kita tidak membalikkan tren ini, akan sangat sulit untuk mengendalikan epidemi cacar monyet secara global. Dan, negara-negara miskin akan sekali lagi menanggung beban kesehatan dan dampak ekonomi.

Cacar monyet atau MPX: darurat kesehatan masyarakat yang menyerukan solidaritas global

Cacar monyet tidak menghadirkan tingkat ancaman yang sama seperti COVID-19, tapi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar dengan lebih dari 44.000 kasus dilaporkan di setidaknya 99 negara sejak awal 2022.

Sejauh ini, sebagian besar kasus pada tahun 2022 terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, tapi siapa pun bisa terkena cacar monyet. Beberapa kelompok populasi, termasuk anak kecil, perempuan hamil, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah memiliki risiko lebih besar terkena penyakit parah.

Untuk mengurangi risiko stigma yang terkait dengan istilah cacar monyet, Organisasi Kesehatan Dunia berencana untuk mengubah namanya. Nama baru belum diumumkan, tapi banyak organisasi masyarakat mulai menggunakan MPX atau istilah serupa.

Lire la suite: We need to talk about monkeypox without shame and blame

Wabah 2022 adalah pertama kalinya ada transmisi berkelanjutan MPX di luar Afrika. Keseriusan situasi ini tercermin dalam keputusan WHO untuk menyatakannya sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) pada 23 Juli.

Pola global kasus dan kematian MPX

Selama wabah tahun 2022, sebagian besar kasus MPX dilaporkan di Amerika dan Eropa, masing-masing terhitung lebih dari 62% dan hampir 37% kasus di empat minggu terakhir. Hampir 89% kasus dilaporkan di Amerika Serikat, Spanyol, Brasil, Jerman, Inggris, Prancis, Peru, Kanada, Belanda, dan Portugal. Saat ini, infeksi baru tampaknya menurun di Eropa, tapi terus meningkat dengan cepat di Amerika Serikat.

Kasus MPX pada manusia telah dilaporkan di Afrika tengah dan barat sejak 1970. Namun, pada tahun 2022, hanya ada 350 kasus yang dikonfirmasi di wilayah ini yang dilaporkan ke WHO, mewakili 1% dari kasus global.

Akan tetapi, Afrika lebih banyak mencatatkan kasus kematian. Enam dari 13 kematian dilaporkan ke WHO dalam wabah saat ini (46%) terjadi di Afrika Barat dan Tengah.

Selama dua tahun pertama pandemi COVID-19, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), ribuan kasus MPX dan ratusan kematian terjadi di sana. Tapi situasi ini hanya menarik sedikit perhatian internasional, dan benua itu tidak memiliki akses ke vaksin.

Vaksin untuk MPX kekurangan pasokan

Untungnya, ada beberapa vaksin cacar yang dapat digunakan untuk mencegah MPX.

Vaksin pilihan adalah Modifikasi Vaccinia Ankara - Bavarian Nordic (MVA-BN), vaksin generasi ketiga yang memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada vaksin yang lebih tua dan dapat diberikan dengan aman kepada orang dengan gangguan kekebalan dan perempuan hamil. Dua dosis diperlukan untuk memberikan perlindungan yang cukup.

Bavarian Nordic di Denmark merupakan satu-satunya perusahaan pemasok MVA-BN. Pabriknya dilaporkan telah ditutup selama berbulan-bulan karena ekspansi yang direncanakan, dan diperkirakan tidak dapat memproduksi dosis baru hingga 2023.