Cacat Produksi, Honda Vario Jadi Ngorok?

Honda motor kerap mengukir prestasi dan citra baik di mata konsumen Indonesia. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa salah satu produk skutiknya, Vario, kerap kali dikeluhkan konsumen, terutama akibat suara berisik yang timbul saat motor jalan atau sering diistilahkan 'ngorok'.Tulisan keluhan ini juga mengemuka di blog-blog, seperti http://iwanbanaran.com, http://triatmono.wordpress.com dan http://tmcblog.com maupun di welovehonda.com.

Menurut salah satu komentar di blog Triatmono, suara ngorok terdengar jelas ketika Vario berjalan di antara gang yang penuh bangunan di kanan kirinya. Suara akan terdengar ketikgas ditarik, namun suara tiada ketika deselerasi.

"Kadang suara ngorok juga terdengar seperti suplai bensin ke pengabut yang terlambat," tulis seorang konsumen di blog tersebut.

Saat ini Honda Vario dijual dalam tiga pilihan, yaitu Vario CW, Vario Techno 125 PGM-FI dan Vario Techno 125 PGM-FI CBS. Baik model lawas Vario CW maupun Vario Techno, disebut memiliki persoalan yang sama terkait 'ngorok' tersebut.

Dari postingan blogger dan forum-forum menyebutkan bahwa sumber permasalahan ada pada filter yang kemudian merembet ke crankcase. Salah satu penjelasannya sebagai berikut:

Pada radiator, tekanan uap yang tinggi harus disalurkan. Saluran penyaluran uap tekanan tinggi ini biasanya terjadi di tutup radiator. Sementara itu, tutup radiator mempunyai pegas. Pada tek, dan pada tekanan rendah/biasa, pegas membuat lubang, ke selang reservoir, menjadi tertutup.

Sementara itu, pada tekanan tinggi, uap menekan pegas ke atas, membuat lubang ke selang reservoir jadi terbuka. Akibatnya, uap lari ke reservoir dan air di dalam reservoir mengalir ke radiator. Gelembung-gelembung dalam reservoir akibat uap inilah yang mengeluarkan suara 'ngorok' tersebut.

Penjelasan lain pun lebih mengarah bahwa suara 'ngorok' di Vario 125 (dalam hal ini Vario 125 PGM-FI) ternyata terletak pada pada bearing, crankshaft, dan crankcase.

Hal itu dapat diatasi dengan membongkar bagian drive pully, kemudian dorong as crankshaft ke arah radiator dengan menggunakan case puller lebih kurang 1 mm, selanjutnyua drive pully dapat dirakit kembali. Cara ini pun disebut hanya berlaku bagi Vario dengan catatan km di bawah 100 km.

Bagi yang sudah lebih dari 500 km, tidak ada yang bisa dilakukan karena jarak clearance crankshaft dan crankcase sudah terlalu besar. (kpl/nzr/vin)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.