Cagar Budaya Makam Marhaen Inspirator Sukarno Dinilai Kurang Terawat

·Bacaan 2 menit

VIVA – PDIP Jawa Barat mengingatkan kepada Pemerintah Kota Bandung agar merawat makam Marhaen, seorang petani yang menginspirasi presiden pertama sekaligus proklamator Sukarno, karena situs itu telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Marhaen merupakan seorang petani penggarap yang dimakamkan di Kampung Cipagalo, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. Pertemuan Sukarno dengan Marhaen menjadi cikal bakal terciptanya Marhaenisme, ideologi politik yang dirumuskan sang Proklamator, hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya berharap Pemkot Bandung memberikan perhatian dan melakukan penataan, baik situs makamnya, lingkungan di sekitar, dan juga kegiatan masyarakatnya. Apalagi makam Ki Marhaen ini terletak di pinggir permukiman masyarakat sehingga perlu ditata agar lebih rapi, mengingat ini adalah salah satu tempat bersejarah," kata Ketua PDIP Jawa Barat Ono Surono, Selasa, 8 Juni 2021.

Ono menuturkan, Marhaen jadi penyemangat bagi Bung Karno memperjuangkan Indonesia keluar dari penjajahan hingga merdeka pada 17 Agustus 1945. "Intinya, kami, PDI Perjuangan, mengenal ‘jas merah’: jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah, selain peringatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan sepanjang bulan Juni ini.”

"Kami berharap agar siapa pun yang telah berjasa di bumi Indonesia ini, wabil khusus Bung Karno, akan selalu menjadi inspirasi," ujarnya.

Dia menjelaskan, sosok Marhaen merupakan figur yang berperan kuat pada perjuangan bangsa Indonesia mewujudkan kemerdekaan. Marhaen sosok yang tidak lepas dari sejarah perjuangan Bung Karno dalam memerdekakan Indonesia sekaligus menjadi inspirasi Marhaenisme.

Marhaenisme, menurut Sekretaris PDIP Jawa Barat Ketut Sustiawan, merupakan paham yang menentang penindasan kepada rakyat kecil. Bahkan, Sukarno mendengungkan nama Marhaen dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat pada Agustus 1930.

"Persinggungan Bung Karno dengan Marhaen telah melahirkan Marhaenisme, di mana di dalamnya terkandung alur pemikiran yang konsisten, suatu ideologi yang membela rakyat dari penindasan dan pemerasan, kapitalisme, kolonialisme/imperialisme serta feodalisme," katanya.

Ketua PDIP Kota Bandung Achmad Nugraha menegaskan bahwa Situs Makam Marhaen sudah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang dan Perda Kota Bandung. Sesuai Perda, Situs Makam Marhaen harus ditata beserta dengan lingkungan di sekitarnya.

"Saya mendorong agar Pemkot Bandung melaksanakan Perda tersebut, yang dibuat untuk dilaksanakan. Saya datang ke sini juga ingin mengawasi karena sejak ditetapkan sebagai cagar budaya dua tahun lalu, belum terlihat ada tindak lanjut dari Pemkot Bandung," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel