Cak Imin di Haul Gus Dur: Ajarkan Percaya Diri Bergantung Pada Warisan Pesantren

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tak hanya memiliki jasa yang luar biasa bagi Indonesia, tapi nilai perjuangannya selalu dihormati NU serta partainya.

Hal ini disampaikannya saat menggelar peringatan Haul Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Minggu (22/8/2021).

Dia pun teringat, PKB dan NU dulu dalam posisi politik yang marjinal, tidak memiliki ruang berekspresi. Namun, Gus Dur percaya sejarah akan membuktikan.

"Gus Dur dengan enteng menjawab, mereka tidak tahu urusan, mereka tidak mempunyai kemampuan menata negara ini, biarkan aja nanti pada hasilnya mereka akan tahu bahwa NU lah yang bisa menata bangsa ini," kata dia.

"Itulah cara Gus Dur mengajarkan kepada kita untuk percaya diri, bahkan senantiasa bergantung kepada nilai-nilai yang menjadi warisan-warisan pesantren, warisan kultural yang kokoh di masyarakat," sambungnya.

Terbukti

Kata Cak Imin, hari ini terbukti di tengah pandemi Covid-19, pemerintah tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa melibatkan dan mengajak kekuatan masyarakat. Contohnya program vaksinasi akan lamban dan terkendala.

Politik paritisipatoris yang diajarkan Gus Dur itu saat ini menjadi jalan dan kemajuan di tengah masyarakat.

"Bayangkan kita beberapa bulan yang lalu berdebat vaksin halal atau haram, kenapa jumatan ndak boleh, itu aja panjang kan karena rendahnya partisipasi dan keterlibatan masyarakat," kata dia.

"Karena itu, politik paritisipatoris, politik inklusi, politik yang mengajak melibatkan semua kalangan adalah kekuatan yang luar biasa mejadi energi kemajuan, dan itu yang Gus Dur mau," sambungnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menuturkan, bersyukur mendapat warisan Gus Dur yang luar biasa yaitu PKB. Serta warisan perjuangan yang luar biasa dari Gus Dur.

"Kita bersyukur mendapatkan warisan yang luar biasa yaitu PKB ini. Saya bersyukur, dan kita semua bersyukur mendapatkan warisan perjuangan yang luar biasa ini bisa menjadi bagian dari gerbong besar untuk memuliakan bangsa, memuliakan Islam, memuliakan kehidupan umat manusia bahagia sejahtera dunia dan akhirat," pungkasnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel