Cakupan peserta BIAN Tahap II di Jatim lampaui target nasional

Pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap II di Jawa Timur telah melampaui target sasaran nasional sebesar 92,5 persen dari populasi anak di wilayah setempat hingga 12 September 2022.

Dilansir dari keterangan tertulis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diterima di Jakarta, Selasa, angka tersebut melebihi capaian BIAN nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 85,1 persen.

Berdasarkan data Rekapitulasi Laporan Imunisasi Measles and Rubela (MR) per kabupaten/kota periode 1 Agustus - 12 September 2022, imunisasi di Jatim telah mencapai 2.238.481 anak dari total proyeksi 2.352.401 anak. Vaksin MR untuk mencegah measles (campak) dan rubella (campak Jerman).

Jika diperingkatkan secara nasional, capaian kuantitatif Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama untuk capaian BIAN Tahap II tertinggi yaitu 2. 238. 481 peserta. Hingga hari ini pelaksanaan imunisasi masih terus berjalan di berbagai daerah.

Meskipun capaian imunisasi BIAN di Jatim telah melampaui target dari Kemenkes, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pelaksanaan imunisasi BIAN tetap dimaksimalkan.

Baca juga: Dinkes; 144.415 anak di Surabaya jalani imunisasi

Untuk itu, ia meminta berbagai pihak dan elemen strategis, terutama bupati/wali kota, untuk memaksimalkan penyisiran anak-anak yang belum mengikuti BIAN, termasuk kalangan kurang mampu dan difabel.

“Hari ini adalah hari terakhir dari pelaksanaan BIAN. Target dari Kemenkes setiap provinsi bisa mencapai 95 persen. Masih ada hari ini, insyaallah jumlahnya pasti akan bertambah karena saya melihat pergerakan ini tetap berjalan,” katanya usai meninjau pelaksanaan BIAN di TK Islam Al Fajar, Jalan Medokan Sawah No. 228 Surabaya.

Menurut dia, pelaksanaan BIAN sejalan dengan penguatan kualitas SDM di Jatim yang membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai elemen strategis.

Kota Surabaya, kata dia, memiliki target cakupan peserta sebanyak 175 ribu anak. Angka ini tertinggi secara nasional karena populasi yang banyak.

Ia berharap target yang telah dicapai hampir 93 persen untuk Kota Surabaya bisa meningkat di hari terakhir ini.

“Kali ini sekolah dan tim tenaga kesehatan terdekat dan juga tidak kalah penting support (dukungan) orang tua menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi untuk menyukseskan pelaksanaan BIAN ini. Terima kasih kerja keras seluruh elemen strategis terutama para nakes,” katanya.

BIAN di Jawa Timur dilaksanakan pada Agustus 2022, yang kemudian diperpanjang pada tahap II sampai dengan 13 September 2022 di seluruh kabupaten/kota.

BIAN dilakukan dengan pemberian imunisasi tambahan MR kepada sasaran anak usia sembilan bulan sampai dengan 59 bulan sebanyak 2.399.159 anak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di seluruh sekolah PAUD, TK, dan pos pelayanan imunisasi, seperti posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit secara gratis.

Baca juga: Capaian Imunisasi Campak Rubella di Sulsel baru 74 persen

Melalui imunisasi MR diharapkan memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan sindrom kongenital rubella (kecacatan pada bayi dalam kandungan) kepada anak-anak tercapai target minimal di atas 95 persen dan merata di seluruh desa.

Khofifah mengatakan vaksin MR efektif untuk mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, rubella, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis b, meningitis, pneumonia serta polio serta telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Capaian imunisasi MR tingkat kabupaten/kota di Jatim periode 1 Agustus-12 September 2022 tertinggi Kabupaten Lamongan sebesar 101,98 persen, Kota Madiun 101,37 persen, dan Kabupaten Madiun 100,08 persen.

Selain imunisasi tambahan campak rubella, Jawa Timur telah melaksanakan imunisasi kejar yaitu melengkapi imunisasi rutin (polio dan DPT-HB-HIB ) yang belum lengkap didapat saat bayi dan balita di bawah dua tahun.

Imunisasi kejar dilaksanakan sejak Mei 2022 dan akan terus berlangsung sampai semua anak yang belum lengkap, dapat terimunisasi lengkap sesuai usianya.

Baca juga: Ahli: Sosialisasi BIAN 2022 perlu terus digencarkan
Baca juga: Dokter: Imunisasi beri perlindungan optimal pada anak
Baca juga: Kemenko PMK ajak masyarakat sukseskan BIAN 2022