Cakupan Vaksinasi Turun, Ini Dampak Anak Jika Tak Lengkap Imunisasi

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVAPandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 lalu berdampak pada cakupan imunisasi anak. Data dari Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan diketahui bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap dari 2019 ke 2020 mengalami penurunan.

"Cakupan imunisasi dasar lengkap 2019 dibandingkan dengan 2020 gambaran per kabupaten kota di Indonesia mengalami banyak penurunan," kata Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Dr. Prima Yosephine,MKM dalam virtual conference IDAI, Kamis 29 April 2021.

Dari data National Immunization Program di 2019 dan Juli 2020 tercatat cakupan imunisasi untuk Hepatitis B di tahun 2019 tercatat sebesar 94,5 sedangkan di Juli 2020 tercatat mengalami penurunan menjadi 46,9. Kemudian data imunisasi untuk vaksin BCG (TBC) di tahun 2019 tercatat sebesar 96, dan mengalami penurunan menjadi 46.

Dari data juga diketahui bahwa cakupan imunisasi Penta 3 (DPT-HB-Hib) mengalami penurunan dari 96,5 menjadi 41,1. Penurunan terbesar terjadi pada cakupan imunisasi PCV 1 dan PCV 2. Dimana imunisasi PCV 1 dari 68,2 menjadi 9,4. Sedangkan PCV 2 dari 61,4 menjadi 8,7.

Dijelaskan oleh Prima anak-anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit berbahaya sehingga mudah tertular penyakit, menderita sakit berat, serta menderita cacat hingga meninggal dunia.

Selain itu, dijelaskan oleh Prima jika anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain.

"Kalau anak yang tidak mendapat imunisasi yang rutin lengkap dalam jumlah banyak berkumpul di daerah akan timbul outbreak penyakit," ujar dia.