Calon Bupati Madiun Dicoret, PDIP Gugat ke PTUN  

TEMPO.CO, Madiun - Pembatalan legalisasi ijazah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pencalonan Kepala Daerah Kabupaten Madiun berbuntut perkara hukum. PDIP menggugat Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun.

»Tim advokasi PDIP sudah mendaftarkan gugatan perkara atas surat keputusan pencabutan legalisasi ijazah tersebut ke PTUN,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang PDIP Kabupaten Madiun Yohanes Riestu Nugroho, Senin, 25 Maret 2013.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Madiun mencoret pasangan Sugito-Sukiman sebagai peserta pilkada Kabupaten Madiun. Sugito gagal lolos verifikasi faktual calon karena tak bisa menunjukkan ijazah asli sekolah menengah atas.

Gara-garanya, Dinas Pendidikan membatalkan legalisasi ijazah STM Kosgoro, Kota Madiun, milik Sugito. Alasannya, nomor induk ijazah Sugito tidak ditemukan di dinas setempat. Pembatalan tersebut dituangkan dalam surat keputusan Kepala Dindikbudpora Kota Madiun Nomor 420-401.104/1183/2013 tentang Pencabutan Pengesahan Fotokopi Ijazah STM Kosgoro atas Nama Sugito.

KPU memutuskan Sugito-Sukiman yang diusung Golkar dan PDIP gagal maju dan hanya meloloskan pasangan calon petahana yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat, Muhtarom-Iswanto. Namun, karena hanya satu pasangan yang memenuhi syarat, KPU akan membuka kembali pendaftaran calon.

Pelaksana harian Kepala yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun, Suwarno, menyatakan siap atas gugatan yang dilayangkan PDI Perjuangan. Sampai sekarang pihaknya belum menemukan nomor induk ijazah milik Sugito di dinas kota maupun provinsi. »Kami siap jika digugat,” kata Suwarno.

ISHOMUDDIN

Berita Terpopuler:

Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang

Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman

Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma

Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras

Tak Ada Kudeta, Hanya Pembagian Sembako

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat