Calon Kapolri hingga TNI Didirikan Ulama

Siti Ruqoyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita seputar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab masih menjadi perhatian pembaca VIVA sepanjang Jumat, 20 November 2020. Kali ini membahas mengenai baliho Habib Rizieq yang dicopot oleh prajurit TNI di semua wilayah Jakarta.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersikap lantang. Bahkan dia mau membubarkan organisasi FPI. Massa FPI disorot lantaran diangap abai protokol kesehatan saat ke rumah Habib Rizieq di Petamburan. Selain soal Habib Rizieq, ada berita lainnya, di antaranya:

1. Baliho Habib Rizieq Dicopot, PA 212 Sebut TNI Telah Lukai Hati Rakyat

Persaudaraan Alumni 212 sangat menyayangkan adanya pencopotan terhadap baliho besar yang bertuliskan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, yang dicopot, diduga oleh pasukan berseragam loreng.

“Iya kami sangat sayangkan bentuk unjuk kekuatan terhadap rakyat sipil yang tak punya apa-apa, yang seharusnya TNI itu mengayomi rakyatnya,” kata Jubir PA 212, Novel Bamukmin, kepada VIVA di Jakarta, Jumat, 20 November 2020.

Baca selengkapnya di sini

2. Komjen Boy Rafli Amar Dinilai Tepat Jadi Kapolri

Ketua Umum Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Irjen Pol (Purn) Eddy Kusuma Wijaya menilai ada beberapa nama yang masuk kriteria sebagai kandidat kuat dalam bursa calon kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Menurutnya, jika melihat rekam jejak, saat ini yang paling tepat adalah Komjen Boy Rafli Amar, Akpol 88 yang sekarang ini menjabat Kepala BNPT.

"Dari rekam jejak kinerja Boy Rafli ini patut diapresiasi," katanya kepada wartawan, Kamis, 19 November 2020.

Eddy menuturkan, salah satu yang pernah ditangani Boy dalam tugasnya sebagai anggota Densus Polri, yakni menangani kasus bom Bali dengan para pelakunya seperti Amrozi, Imam Samudra, Muklas, Ali Imron, Doktor Azhari, Nurdin M Top dan Ustaz Abu Bakar Baa'syir, ketua pesantren Ngeruki Solo yang dulu membaiat orang-orang atau pelaku-pelaku bom Bali.

Baca selengkapnya di sini

3. PA 212: Jika Habib Rizieq Diperiksa, Kerumunan Massa akan Lebih Besar

Persaudaraan Alumni 212 meminta kepada Polda Metro Jaya untuk menghentikan pemanggilan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Tuntutan kami dari PA 212 jelas, polisi segera hentikan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para ulama dan habaib dalam kegiatan peringatan maulid karena kejadian itu sangat di luar dugaan,” kata Juru Bicara PA 212, Novel Mamukmin kepada VIVA di Jakarta, Jumat, 20 November 2020.

Baca selengkapnya di sini

4. Agar Tak Gaduh, Begini Cara Juan Tanam Jasad Kakak di Kontrakan Depok

Juana alias Juan tersangka kasus pembunuhan sadis yang mengubur jasad korbannya di lantai rumah kontrakan kawasan Gang Kopral Daman, Sawangan, Depok hanya bisa pasrah mengakui segala perbuatannya di hadapan polisi dan awak media.

Juan mengaku menggali lubang sedalam 1,5 meter di dalam kamar kontrakan tak sendiri. Ia dibantu oleh Khoir, rekannya yang juga telah diringkus oleh polisi.

Keduanya melakukan hal itu usai Maghrib pada 14 November 2020 lalu. Agar tidak ketahuan warga sekitar ketika menggali, mereka menyamarkannya dengan suara musik. “Itu sambil dengerin musik dikencengin,” katanya, Jumat, 20 November 2020

Baca selengkapnya di sini

5. Nasihat FPI ke Pangdam Jaya: TNI Didirikan Ulama

Panglima Komando Daerah Militer atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman jadi perhatian dengan pernyataan kerasnya soal pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Pernyataan ini menyangkut penurunan baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Terkait itu, Ketua DPP FPI, Slamet Maarif menyampaikan pesan khusus kepada Dudung. Ia mengingatkan bahwa TNI didirikan seorang ulama yaitu Jenderal Soedirman.

Menurutnya, sejak dulu TNI menyatu dengan umat Islam sehingga jangan mau diadu domba.

Baca selengkapnya di sini