Calon Kapolri Komjen Sutarman ngaku dari keluarga sangat miskin

MERDEKA.COM. Komisi III DPR mengunjungi rumah Kabareskrim Komjen Sutarman di kawasan Sektor 9 Bintaro, Jl Kucica X Blok JF 8 nomor 11. Kunjungan ini dalam rangka fit and proper test pada Jenderal bintang tiga itu sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo.

Di hadapan belasan anggota Komisi III yang hadir, Sutarman yang didampingi istri dan dua putrinya sempat menceritakan kehidupannya di masa kecil. Dia mengaku berasal dari keluarga yang kesulitan ekonomi.

"Saya sendiri berasal dari keluarga petani, sangat miskin. Sampai saat ini masih miskin," kisah Sutarman yang mengenakan batik lengan panjang, Rabu (9/10).

Menurutnya, pencapaian saat ini karena kerja keras yang dilakukan. Bahkan untuk bersekolah pun, Sutarman sampai mencari yang sendiri,

"Orangtua di Sukoharjo, saya dibesarkan dari yang betul-betul bekerja keras. Saya mencari uang sendiri untuk sekolah," tambahnya.

Saking miskinnya dia tak pernah menyangka karirnya akan melejit dan dia berharap bisa menyejahterakan orang ke depan.

"Kami tidak bermimpi, tapi apa yang saya lakukan ini terbaik, bahwa masih banyak masyarakat kita yang perlu sepenuhnya untuk sejahtera ke depan. Ini sangat luar biasa, saya menyiapkan anak-anak yang sudah bisa mencari makan sendiri sehingga pikiran saya sendiri untuk pengabdian bangsa," ungkap Sutarman.

Baca juga:

Ini rumah mewah calon Kapolri Komjen Sutarman

Komjen Sutarman sebut rumah mewahnya dulu tempat jin buang anak

Komjen Sutarman ngaku cuma punya 3 mobil dan sudah lapor KPK

Topik pilihan:

Ruhut Ketua Komisi III | Akil Ditangkap | smartphone | Jokowi ahok | Tips Sehat

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.