Calon Pelamar Seleksi CPNS 2021 Jangan Salah Unggah Dokumen, Ini Akibatnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Calon Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 harus lebih teliti saat mendaftar di situs SSCASN. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tak lolos syarat administrasi.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) meminta kepada calon perserta seleksi CPNS 2021 untuk memastikan seluruh dokumen dan persyaratan hingga surat pernyataan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Saat menguungah dokumen perlu dilihat lagi satu persatu. Jangan sampai ada yang terlewat atau salah unggah. Karena jika ada kekeliruan maka bisa gugur. BKN tidak memberikan kesempatan untuk merevisi setelah masa pendaftaran selesai.

"Jadi untuk dokumen yang terlewat untuk di-upload setelah resume tidak ada lagi penguploadan kembali," kata Admin SSCASN, dalam sesi live instagram @bkngoidofficial, Kamis (15/7/2021).

Selama proses pendaftaran para CPNS diberikan kesempatan untuk mengecek seluruh dokumen yang akan di uploud. Mereka harus mengisi ceklis untuk beberapa dokumen sekiranya sudah tersedia atau diuploud. Sehingga proses ini lah yang perlu diperhatikan betul-betul bagi para pelamar.

"Tujuan ceklis itu bukan untuk mempersulit tetapi tujuannya adalah supaya pelamar itu bisa membaca kembali satu persatu. Oh nama saya ini. Oh saya isi IPK-nya ini. Supaya tidak ada lagi yang terlewatkan," kata dia.

"Begitu juga di dokumen di resume itu sudah ada tombol lihat untuk masing-masing dokumen kita upload setelah ceklis itu dicentang. Setelah me-resume tidak ada lagi tambahan untuk meng-upload data," sambung dia.

Masa Sanggah

Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)
Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)

Sementara itu, BKN menjelaskan, adanya masa sanggah bertujuan untuk mempersempit adanya kesalahan-kesalahan atau terlewatkan oleh para pelamar. Terlebih mendaftar sebagai CPNS ini jumlahnya jutaan orang, sementara verifikatornya terbatas. Sehingga ada kemungkinan kesalahan-kesalahan dilakukan oleh verifikator.

"Pendaftaran banyak yang harus di verifikasi oleh verifikator. Jadi mungkin ada yang kelewat karena terlalu banyak pendaftar. Nah itulah tujuan dari masa sanggah," jelasnya.

Sehingga dalam masa sanggah ini, tidak bisa digunakan untuk para pelamar untuk menguploud dokumen kembali yang lupa ketika masa pendaftaran. Oleh karenanya, BKN mengimbau agar para pelamar CPNS lebih teliti dalam mengisi setiap dokumen-dokumen yang akan diunggah.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel