Calon Penonton Final Bulutangkis Indonesia Open Ngamuk

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurfahmi Budi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Animo para penggemar bulutangkis Indonesia untuk menyaksikan partai final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2011, sangat luar biasa. Antrean untuk membeli tiket resmi di loket-loket yang tersedia di sekitar Istora Senayan, Minggu (26/6/2011), masih terus mengular sampai siang ini.

Padahal pihak panitia penyelenggara sudah mengumumkan, tidak ada lagi tiket yang tersisa di loket. "Maaf, tiket sudah habis untuk semua kelas. Pihak panitia minta maaf tidak bisa melayani semua permintaan calon penontong," ujar seorang petugas penjaga loket, di sisi kanan Istora Senayan.

Pantauan Tribunnews di dua pintu loket yang disediakan panitia, antrian sudah mulai tak sabar, meski sudah terpampang tulisan "tiket habis". Hal tersebut malah membuat para pengantre mulai kesal.

Mereka pun mulai berteriak agar panpel mencetak tiket tambahan. "Buka, buka, buka!!". Teriakan tersebut dibarengi dengan upaya membuka paksa konter tiket. Ada juga yang menggedor-gedor kaca loket.

Tak berapa lama, panpel akhirnya membuka dua loket di sayap utara Istora. Walhasil, tanpa di komando, mereka langsung berlari berhamburan menuju lokasi loket.

Sayang, tiket yang dipersiapkan tetap saja tidak mencukupi. Lagi-lagi, amarah para calon penonton membuat suasana makin panas. Beberapa petugas loket tiket langsung kabur begitu tiket habis.

Sempat terjadi adu mulut antara seorang petugas wanita dengan segerombol calon penonton yang gagal mendapat tiket. Beruntung, aksi yang sudah menjurus ke perkelahian tersebut bisa dihindari. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.