Calon penumpang kereta api diimbau lakukan tes cepat antigen H-1

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau calon penumpang kereta api untuk melakukan tes cepat antigen paling lambat pada H-1 sebelum tanggal keberangkatan.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan untuk menghindari risiko tertinggal kereta api, seluruh calon pengguna yang memilih untuk melakukan rapid antigen di stasiun diimbau untuk melakukan tes paling lambat pada H-1 sebelum tanggal keberangkatan.

"Calon pengguna diimbau untuk menyiapkan rentang waktu yang cukup jika tetap akan melakukan rapid abtigen pada hari yang sama dengan hari keberangkatan, tidak disarankan juga datang tiga jam sebelum keberangkatan mengingat antrean Rapid Antigen di Stasiun cukup padat," katanya.

Baca juga: Penumpang kereta api tanggapi positif syarat rapid test antigen

Ia mengemukakan tercatat sebanyak 6.700 calon pengguna telah melakukan rapid di Stasiun Gambir dan Pasar Senen pada 21 dan 22 Desember 2020.

"Sementara itu untuk hari ini (23/12), data pukul 09.00 WIB layanan rapid antigen di Stasiun Gambir dan Pasar Senen telah melayani sekitar 2.100 calon pengguna," paparnya.

syarat calon penumpang kereta api untuk melakukan rapid antigen adalah dengan menunjukkan tiket kereta api atau kode booking pada saat pendaftaran rapid antigen. Terkait tarif, PT KAI Daop 1 mematok Rp105.000.

Baca juga: KAI: Pelaksanaan tes cepat antigen Stasiun Gambir lancar

Untuk mengatasi antrean yang mungkin ada pada layanan Rapid Antigen di Stasiun, Eva menyampaikan Daop 1 Jakarta telah menata alur layanan rapid antigen dengan teratur, yakni dengan menyediakan ruang tunggu dengan kapasitas yang lebih memadai, memisahkan antara calon penumpang saat mendaftar, pengambilan sampel, sampai menunggu hasil.

"Tidak hanya itu, tenaga pengambil sampel, administrasi untuk layanan rapid antigen di masing-masing stasiun juga ditambah," katanya.

Saat ini, tercatat sebanyak 25 tenaga kesehatan untuk Stasiun Pasar Senen dan 15 tenaga kesehatan untuk Stasiun Gambir. "Perlengkapan dan peralatan pendukung juga diakomodir lebih dari biasanya," katanya.

Ia menambahkan secara total terdapat 22 titik pengambilan sampel atau tes rapid di Stasiun Pasar Senen dan 10 titik di Stasiun Gambir.