Calon Petahana Akui Kemiskinan di Depok Luar Biasa

Mohammad Arief Hidayat, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Calon petahana wali kota Depok, Mohammad Idris, mengakui tingkat pengangguran dan kemiskinan di kota itu tinggi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai riset termutakhir pada akhir 2019.

Tingkat pengangguran di kota Depok naik hingga 9 persen yang berdampak pada peningkatan persentase kemiskinan yang diprediksi bertambah hingga 4,5 persen atau sekira 95 ribu penduduk.

“Diprediksi oleh BPS sampai 2020 naik jadi 9 persen. Tingkat kemiskinan juga begitu, di akhir 2019 sekira 2 persen sekian,” katanya dikutip pada Rabu, 11 November 2020

Idris mengklaim, peningkatan jumlah pengangguran dan kemiskinan itu tidak terlepas dari dampak pandemi COVID-19. “Akibat dampak COVID luar biasa, kalau tingkat kemiskinan sampai 4,5 persen di akhir 2020 berarti peningkatan luar biasa. Kalau kita ukur jumlahnya sekitar 95 ribu warga miskin, sesuai kriteria BPS, tentunya.”

Dia bersama calon wakilnya, Imam Budi Hartono, mengaku telah menyiapkan langkah strategis untuk memulihkan perekonomian Depok, di antaranya mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah dan sektor-sektor lain.

Salah satu program andalan Idris-Imam adalah dengan mencetak 5.000 pengusaha baru. Pasangan nomor urut dua yang diusung oleh PKS, PPP dan Demokrat itu berjanji, setiap kelurahan akan memiliki satu produk unggulan, dan masyarakat akan dibekali pelatihan fondasi bisnis.

Dia juga bakal menyiapkan kredit usaha tanpa bunga bagi 5.000 UKM dan satu pendamping UKM di setiap kelurahan. Juga menyiapkan fasilitas e-commerce (toko online) dan Depok Creative serta memberikan fasilitas desain logo dan kemasan secara gratis bagi 5.000 UKM di Kota Depok. (ase)

Baca: Ancaman Jumlah Golput Tinggi, KPU Depok Jadi Sorotan