Calon Pimpinan Sebut KPK Harus Fokus Penindakan Kasus Rugikan Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), I Nyoman Wara mengatakan, lembaga antirasuah harus fokus melakukan penindakan terhadap kasus korupsi dengan kerugian negara. Untuk itu, dia mendorong penindakan fokus untuk mengembalikan kerugian negara. Sebab angka kerugian negara terus meningkat.

"Fokus kami melihat sebagaimana disampaikan tadi bahwa korupsi yang mengakibatkan kerugian negara itu meningkat. Oleh karena itu maka KPK hendaknya fokus pada kasus-kasus yang mengakibatkan kerugian negara dengan melakukan case building untuk recovery," katanya saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (28/9)

Hal ini menjadi salah satu dari empat saran untuk menjadi perhatian KPK dalam rangka penindakan.

Poin lain adalah untuk KPK berkoordinasi dengan lembaga lain. Agar muncul rasa saling percaya antar lembaga penegak hukum.

"Memang kelihatannya ini mudah dilakukan mudah diucapkan tapi sulit dilakukan karena hal terpenting adalah bagaimana KPK bisa ingin merasa setara dengan lembaga lain KPK harus sering-sering berkunjung harus sering-sering berkoordinasi dengan lembaga-lembaga lain sehingga timbul trust antar lembaga antara KPK dengan lembaga penegak hukum lainnya tidak saling mencurigai dan tidak juga merasa salah satu merasa di atas yang lain," ujar Nyoman.

Berikutnya, KPK perlu bekerjasama dengan lembaga pengawasan dan audit keuangan seperti BPK serta BPKP. Melalui kerjasama ini untuk mendeteksi kasus korupsi dengan audit investigatif.

"Yang ketiga itu bagaimana KPK bisa bekerjasama dengan lembaga-lembaga pengawasan atau lembaga audit BPK, BPKP, dengan memanfaatkan hasil-hasilnya dari lembaga-lembaga auditor Jika ada yang terindikasi. Jadi KPK sebenarnya cukup mudah bisa menggunakan hasil dari 3 lembaga ini," tutup Nyoman. [fik]