Calon Presiden 2014: Golkar Gamang Usung Ical

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie belum tentu akan diusung sebagai calon presiden Golakr pada 2014. Pasalnya internal Golkar masih gamang menentukan sistem penjaringan seperti apa yang akan digunakan.

Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Thohari mengatakan, sampai saat ini Partai Golkar belum menetapkan sistem apa yang akan digunakan dalam penjaringan capres internal. Akibatnya, peluang Ical sebagai capres pun belum bisa dipastikan.

"Dalam berbagai kesempatan pak Ical menyatakan bahwa capres partai Golkar akan ditentukan antara lain melalui mekanisme survei. Tapi terus terang sampai hari ini, itu belum dirumuskan dan diputuskan mekanisme survei yang seperti apa, artinya survei ini bisa dilakukan lembaga survei mana saja dan Golkar belum putuskan yang mana yang akan digunakan sebagai mekanisme tentukan capres," ujar Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Senin (16/4/2012).

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah Partai Golkar harus mempunyai sistem penjaringan Capres terlebih dahulu. Sebab sistem itu yang nantinya akan menjadi acuan dalam penjaringan capres internal.

"Ini saya rasa poin yang paling penting wacana tentang pencalonan presiden. Maka sebetulnya kita belum bisa mengambil kesimpulan karena mekanisme survei mana saja belum diputuskan karena itu survei sekarang baik di luar maupun katanya di intern itu belum bisa dijadikan sebagai kriteria penentu Capres Golkar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR ini menambahkan, meski saat ini ada survei yang menunjukkan Ical masih dalam capres terpopuler. Namun survei itu belum bisa dipakai sebagai acuan dalam penetuan capres internal.

"Maka kalau ada survei yang menunjukkan Pak Ical tinggi atau masih di bawah belum bisa dijadikan kriteria bahkan belum bisa kriterium, itu tunggal, singular. Tadi yang dipublikasikan Pak Sekjen itu survei internal tapi kan belum ada mekanisme keputusan survei, saya rasa daripada gagasan konvensi lebih baik mekanisme survei karena bisa menjadi ukuran popularitas," ujarnya. [mah]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.