Calon Presiden Demokrat Ditetapkan 2013  

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat memilih menunggu hingga 2013 untuk membicarakan nama calon presiden yang akan diajukan partainya dalam Pemilihan Umum 2014. "Itu pun melalui mekanisme majelis tinggi yang dipimpin langsung Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Ketua Bidang Komunikasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul saat dihubungi Tempo, Senin, 2 Juli 2012.

Saat ini, kata Ruhut, partainya lebih memilih untuk bekerja ketimbang berbicara soal pemilu mendatang. Lagipula nama-nama kandidat calon presiden juga masih terus digodok.

Ruhut mengatakan Partai Demokrat belum membicarakan soal koalisi untuk pemilu mendatang. "Pokoknya kami fokus bekerja dulu," katanya.

Ketika ditanya tanggapannya tentang deklarasi Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golongan Karya, Ruhut emoh berkomentar banyak. Menurut dia, deklarasi tersebut sepenuhnya menjadi hak Partai Golkar dan Aburizal Bakrie. "Kita hormati saja," katanya.

Seperti diketahui, Rapat Pimpinan Nasional III Partai Gokar akhir pekan lalu mengesahkan penetapan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar untuk Pemilu 2014 mendatang.

Setelah ditetapkan, partai berlambang beringin itu buru-buru mendeklarasikan pencaIonan Ical secara resmi. Bahkan, partai juga mengancam akan memecat kader Golkar yang ngotot mencalonkan diri sebagai presiden dengan bendera partai lain. 

INDRA WIJAYA

Berita lain:

Ical Tanggung Dana Kampanye Golkar? 

Soal Capres, PDIP Tak Mau Buru-buru Kayak Golkar 

Deklarasi Ical Calon Presiden Golkar Tak Buru-Buru

Hari Ini Ical Deklarasi untuk RI-1 

Ical Akui Lumpur Lapindo Turunkan Elektabilitasnya  

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.