Calon Suami Bella Saphira: Pernikahan Itu Masalah Pribadi

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengenakan kemeja biru muda dan celana kain hitam, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti menolak berkomentar ketika ditanyakan mengenai kabar bahagia seputar rencana pernikahannya dengan artis lawas Bella Saphira.

Saat ditemui sepulang kerja di kantornya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Jalan Imam Bonjol No 55, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2013) sore, Agus tidak banyak bercerita tentang rencana pernikahannya itu.

"(Wartawan) Pada mau tanya apa? Kalau mau tanya soal teroris, saya mau diwawancarai," ujar Agus sembari tersenyum ketika memasuki mobil Honda Civic warna hitam bernomor polisi B 1231 PQA. Wajahnya riang dan penuh senyuman.

Jenderal berbintang dua yang sekarang menjabat Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi di BNPT itu tetap tidak bersedia bicara banyak setiap ditanyakan tentang rencana pernikahannya dengan Bella.

Menurut Agus, pernikahannya dengan pemain film 'Arisan Brondong' tersebut adalah urusan pribadi. "(Pernikahan) Itu sudah masalah pribadi ya," kata Agus. Ketika ditanya tentang rencana pernikahannya yang diundur, Agus tetap diam.

Sekali lagi, Agus menegaskan, rencana bahagia itu persoalan pribadi. "Sudah ya, itu kan masalah pribadi," ujar Agus yang sebelumnya dikabarkan akan menikahi Bella di Binjai, Sumatera Utara, 17 Agustus 2013.

Ada kabar lain yang menyebutkan, rencana baik tersebut diundur sampai 30 Agustus 2013 begitu orangtua Bella belum merestui pernikahan Agus dan Bella. (kin)

Baca Juga:

Ini Dia Calon Suami Bella Saphira

Bella Saphira Diberi Buku Panduan Salat

Bella Saphira dan Buku Panduan Mualaf dari Imam Besar Istiqlal

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.