Calon Suami Positif COVID-19, Pernikahan Ini Pakai APD Lengkap

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Ratlam - Sepasang suami istri asal India di Ratlam Madhya Pradesh menikah dengan perlengkapan APD setelah pengantin pria dinyatakan positif Covid-19.

Baik pengantin perempuan maupun laki-laki mengambil pheras saat mantra diucapkan oleh pandit di latar belakang. Sekitar tiga orang hadir selama upacara pernikahan mereka, semuanya mengenakan pakaian pelindung lengkap.

Kantor berita ANI men-tweet video pernikahan pasangan itu yang diadakan pada hari Senin (26/4), dan menjadi viral di media sosial. Beberapa pengguna bahkan mengkritik pasangan itu karena menikah di tengah pandemi.

Berbicara kepada ANI tentang pernikahan tersebut, Navin Garg, Tehsildar Ratlam, berkata, "Pengantin pria dinyatakan positif pada 19 April. Kami datang ke sini untuk menghentikan pernikahan, tetapi atas permintaan dan bimbingan pejabat senior, pernikahan itu dilangsungkan. Pasangan itu dibuat untuk memakai perlengkapan APD agar infeksi tidak menyebar.”

India saat ini terguncang di bawah gelombang kedua Covid-19 dan mengingat peningkatan tajam kasus, pertemuan telah dibatasi untuk menahan penyebaran pandemi. Sesuai pedoman pemerintah Madhya Pradesh, jumlah maksimal 50 tamu diperbolehkan di pesta pernikahan.

Faktanya, seorang pejabat tinggi polisi di distrik Bhind Madhya Pradesh mengatakan bahwa pengantin pada upacara pernikahan, yang memiliki 10 tamu atau kurang, akan disuguhi makan malam mewah di rumahnya.

"Saya akan mentraktir kedua mempelai jika mereka menikah di hadapan sepuluh tamu atau kurang untuk makan malam yang lezat di rumah saya. Pasangan seperti itu akan diberi kenang-kenangan karena mematuhi pedoman Covid-19, dan sebuah kendaraan pemerintah akan dikerahkan untuk jemput dan antar mereka pulang, "Inspektur Polisi Bhind Manoj Kumar Singh mengatakan kepada kantor berita PTI.

Jumlah Kasus Covid-19 di India Meledak

Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By Photoroyalty)
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By Photoroyalty)

Menteri Kesehatan dan Layanan Kesejahteraan Keluarga India Lav Agarwal mengimbau masyarakat agar tidak "panik."

Ia menegaskan bahwa pemerintah melakukan semua yang bisa untuk menyediakan oksigen yang sangat dibutuhkan bagi pasien COVID-19 di seluruh negeri, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia.

India melaporkan rekor lonjakan penularan dan kematian dalam lima hari berturut-turut pada Senin (26/3), dengan 352.991 kasus baru dan sedikitnya 2.812 kematian.

Agarwal menambahkan, "Walaupun jumlah kasus yang dilaporkan lebih banyak, terdapat kabar positifnya juga, angka rata-rata kesembuhan meningkat. Kemarin, 219.272 orang telah sembuh."

Pasien di India kesulitan mengakses oksigen penyelamat hidup di rumah sakit di seluruh negara itu.

Pemerintah telah memerintahkan semua industri agar mengalihkan pasokan untuk keperluan medis.

Reporter: Lianna Leticia

Saksikan Video Berikut Ini: