Calon Teroris Biasa Hidup Berpindah-pindah

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kepala Bagian Psikologi dan Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Arif Nurcahyo mengatakan seseorang yang sudah bergabung dalam kelompok teroris kerap hidup berpindah tempat (nomaden).

"Mereka (teroris) pasti tinggalnya selalu nomaden atau berpindah-pindah tempat. Tak hanya itu, mereka juga membatasi omongan dengan lawan bicaranya," ujar Arif, Jumat (7/9/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Lebih lanjut, Arif menegaskan, pondok pesantren bukan merupakantempat mencetak pengantin baru kelompok teroris. Pasalnya perekrut pasti sudah terlebih dahulu mengetahui ideologi dari sebuah pesantren.

"Calon pengantin itu bukan orang yang sembarangan. Kelompok teroris juga tidak akan merekrut satu atau dua orang saja, tetapi banyak untuk regenerasi karena pendahulu mereka sudah berguguran," terang Arif.

Menurut Arif, lokasi pergaulan teroris bukan lagi di pusat perbelanjaan atau di kafe, karena paham ideologi mereka diajarkan untuk menjauhi produk tertentu. Justru mungkin pusat perbelajaan atau kafe, atau hotel malah dijadikan sasaran untuk melakukan aksinya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.