Camat Setiabudi duga kebakaran di Minangkabau akibat ledakan kompor

Camat Setiabudi, Iswahyudi menduga kebakaran di Jalan Minangkabau Dalam RT 008/ RW14, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (4/9) malam akibat dari ledakan kompor gas.

"Penyebabnya awalnya diduga dari kompor gas meledak dari salah satu rumah warga," kata Camat Setiabudi, Iswahyudi saat dihubungi, Jakarta, Senin.

Iswahyudi menambahkan sebanyak sembilan bangunan terdiri dari lima unit kontrakan dan empat rumah pribadi hangus akibat peristiwa itu.

Iswahyudi memperkirakan peristiwa kebakaran terjadi pada pukul dari 20.30 serta berhasil ditangani sepenuhnya pada pukul 21.45 WIB.

Sebanyak 19 unit pemadam kebakaran dengan 95 personel dikerahkan untuk menanggulangi api sekitar tiga jam mulai dari jam mulai 20.52 hingga selesai pukul 22.43 WIB.

Selain itu, bagi 50 warga terdampak sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa selimut, seprei, kasur, dan makanan dari jajaran puskesmas, Baznas Bazis Jakarta Selatan dan DKI Jakarta, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, dan BPBD DKI Jakarta.

Saat ini seluruh pengungsi kebakaran masih ditempatkan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kebon Sawo yang tak jauh dari lokasi.

"Ada 50 jiwa terdampak, kita tempatkan di RPTRA Kebun Sawo berjarak sekitar 200 meter dari lokasi," ucap Iswahyudi.

Terkait korban, Iswahyudi memastikan semua warganya dalam kondisi selamat tidak ada yang mengalami luka-luka.

Sementara itu berdasarkan laporan tertulis dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan disebutkan luas area yang terbakar dari kawasan tersebut sekitar 345 meter persegi dan tidak ada korban jiwa maupun luka.

Kebakaran tersebut diketahui dari seorang warga bernama Seno yang melihat rumah kontrakan lantai dua di dekat tempat tinggalnya terbakar dan langsung melapor ke pemadam kebakaran.
Baca juga: Pemprov DKI diimbau musyawarahkan nasib korban kebakaran Simprug
Baca juga: Gulkarmat DKI bangun hidran mandiri di 16 lokasi yang sulit sumber air
Baca juga: Sekitar 70-80 persen hidran di Jakarta berfungsi baik