Canda Dirut Pertamina Soal Ahok: Kita Tak Perlu Cari Endorser Lagi

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada pekan lalu. Dalam RUPS tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai representasi pemegang saham pengendali masih mempercayakan posisi komisaris utama di tangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pun membeberkan kesan selama bekerja dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurutnya, Ahok banyak membawa sisi positif bagi kinerja perusahaan.

"Kalau saya cenderung melihat dari sisi positif karena setiap orang itu pasti seperti mata uang ada sisi positif dan negatif ada kiri dan kanan. Jadi kita sebagai manusia kita punya dua sisi itu. Jadi saya selalu melihat positif," ujarnya melalui diskusi online, Jakarta, Senin (15/6).

Dia mencontohkan, banyak kinerja dan prestasi Pertamina tidak diketahui oleh publik sebelumnya. Namun kemudian, menjadi ramai diperbincangkan usai Ahok masuk menjadi pejabat di Pertamina.

"Contohnya, Pertamina masuk Fortune global 500 itu sudah di 2018. Tetapi kemudian masuk lagi dan yang disandingkan dengan Pak Ahok, kan jadi bagus kan," jelasnya.

Dia juga berkelakar, dengan adanya Ahok perusahaan pelat merah tersebut juga tak perlu lagi menyewa jasa endorser atau pemasaran untuk produk perusahaan. Perusahaan cukup mengandalkan Ahok, karena memiliki banyak pengikut di media sosial.

"Jadi saya suka becanda sama beliau, dan ini kita tak perlu cari endorser. Dengan adanya beliau jadi langsung. Followers-nya kan banyak dan beliau senang-senang saja," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Erick Thohir Pangkas Separuh Direksi Pertamina, Ini Susunannya

Dirut Pertamina Nicke Widyawati memberikan keterangan pers terkait tumpahan minyak di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (1/8/2019). Tumpahan minyak spill terjadi laut pantai utara Karawang dan Pertamina siap mengganti kerugian kepada semua pihak yang terimbas. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Pertamina menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini. Dalam RUPS ini diputuskan perombakan jajaran direksi Pertamina dengan melakukan pemangkasan separuh jumlah direksi di BUMN tersebut.

Sebelumnya, Pertamina memiliki 11 direksi, yaitu Direktur Utama, Direktur Hulu, Direktur Pengolahan, Direktur Pemasan Korporat, Direktur Pemasaran Ritel.

Kemudian, Direktur Keuangan, Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Direktur Sumber Daya Manusia, Direktur Manajemen Aset

Namun kini dipangkas menjadi hanya 6 direksi. Keenam direksi tersebut antara lain Direktur Utama, Direktur Penunjang Bisnis, Direktur Keuangan, Direktur Sumber Daya Manusia, Direktur Logistik, Direktur Strategi.

"Seluruh proses perubahan ini akan dilakukan secara sistematis melalui roadmap yang telah disusun dengan best effort dan bersungguh-sungguh untuk menjaga kelangsungan hubungan kerja dengan seluruh pekerja Pertamina," ungkap VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman di Jakarta, pada Jumat 12 Juni 2020.

Sedangkan direktorat operasional yang sebelumnya ada di Pertamina akan masuk ke dalam beberapa subholding yang telah dibentuk, yaitu subholding Upstream, subholding Refinery & Petrochemical, subholding Commercial & Trading, subholding Power & New and Renewable Energi serta Shipping Company.

Semua subholding tersebut akan menjalankan bisnis bersama dengan subholding Gas yang sebelumnya telah terbentuk di bawah Pertamina melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk sejak tahun 2018.

Dengan demikian, secara umum tugas Pertamina sebagai holding akan diarahkan pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Grup, mempercepat pengembangan bisnis baru, serta menjalankan program-program nasional.

Sementara subholding akan menjalankan peran untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi masing-masing bisnis, mempercepat pengembangan bisnis dan kapabilitas bisnis existing serta meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan yang lebih menguntungkan perusahaan.

Melalui struktur baru ini, diharapkan Pertamina dapat menjadi lebih agile (lincah), fokus dan cepat dalam pengembangan kapabilitas kelas dunia di bisnisnya masing masing sehingga dapat mengakselerasi pertumbuhan skala bisnis untuk menjadi perusahan global energi terdepan dengan nilai pasar $100bn serta menjadi penggerak pengembangan sosial di tahun 2024.

Susunan Direksi dan Komisaris

Ekspresi Dirut Pertamina Nicke Widyawati usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/6/2019). Nicke diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PLN Sofyan Basir terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Susunan Direksi Baru

- Direktur Utama Nicke Widyawati

- Direktur Penunjang Bisnis M Haryo Yunianto

- Direktur Keuangan Emma Sri Martini

- Direktur Sumber Daya Manusia Koeshartanto

- Direktur Logistik dan Infrastruktur: Mulyono

- Direktur Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: Iman Rachman

 

Susunan Komisaris

- Komisaris Utama : Basuki Tjahaja Purnama

- Wakil Komisaris Utama : Budi Gunadi Sadikin

- Komisaris : Ego Syahrial

- Komisaris : Condro Kirono

- Komisaris : Isa Rachmatarwata

- Komisaris : Alexander Lay