Canda SBY dengan Wartawan Sebelum Harga BBM Naik Diumumkan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ketika kaum perempuan, buruh dan mahasiswa heroik menentang kenaikan harga BBM hingga pingsan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih mengumbar canda di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (21/6) kemarin.

Canda presiden ini dilakukan beberapa jam menjelang pengumuman kenaikan harga BBM yang dilakukan Menteri ESDM jero Wacik di kantor Menko Perekonomian tengah malam kemarin. SBY malah bertanya kepada para wartawan yang bertugas di Istana Negara. "Novi (wartawan), kapan BBM dinaikkan?" tanya Presiden SBY, usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak di Istana Merdeka.

"Nanti malam, Pak, pukul 22.00 diumumkan," jawab para wartawan. SBY yang dikelilingi beberapa menteri kembali bertanya. "Di mana diumumkan?" kata SBY.
"Nanti malam, Pak, di kantor Menko Perekonomian," jawab wartawan.

Tak sampai di situ, gaya SBY seolah tak tahu-menahu pengumuman kenaikan harga BBM ini. "Anda sudah memutuskan," tegas SBY disambut tawa para pembantunya.

Tak jelas mengapa presiden melakukan canda di saat demonstransi menentang kebijakan pemerintahannya yang menaikkan harga BBM bersubsidi. Yang pasti, setelah mendapat persetujuan DPR tentang APBN-P 2013, termasuk kenaikkan harga BBM bersubsidi, pemerintah percaya diri merealisasikan kebijakan menaikkan harga BBM.

Pengesahan UU APBN-Perubahan, memastikan harga BBM bersubsidi jenis premium naik Rp 2.000 per liter, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter. Sedangkan BBM jenis solar naik Rp 1.000 dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter.

Sikap ngotot pemerintah menaikkan harga BBM itu tak hanya mendapat tentangan Fraksi PDIP, Hanura dan PKS. Buruh, mahasiswa, dan kaum perempuan di Tanah Air bergolak, termasuk kritik pedas kalangan pengamat ekonomi dan politik.

Menjelang realisasi kenaikan harga BBM, protes juga melanda para pengguna Twitter. Mereka ramai-ramai mem-bully dengan mention akun resmi Presiden SBY di Twitter @SBYudhuyono. Di antaranya, Fenny F Bawoel @FBawoel: @SBYudhoyono pak president kpn kenaikan BBM diumumkan, harga Sembako makin tak terkontrol, lama-lama kami gak makan, harga melonjak tinggi.

Lalu Santoso @Santoso_48 20: Pak @SBYudhoyono BBM belum naik, tapi dampaknya sudah terasa bagi saya sebagai pelajar dan masyarakat kecil.
Tak kalah pedas, RÅÑTIKÅ JULIA ÜTÄmI @temyMyMy: @SBYudhoyono kenapa BBM mesti naik ??? Alasannya??? Emang dengan begitu rakyat Indonesia bisa makmur apa??

Cercaan masyarakat ini menurut politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari, wajar. "Itu risiko yang harus diterima semua orang yang masuk ke freeland twitter. Wajar jika Pak SBY mendapat bullying, karena keputusan soal BBM tergolong tidak populer. Ini risiko mempunyai demokrasi, akuntabilitas, transparansi," tegasnya. (tribunnews/fer/eri/aco/lau/ser)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.