Candi Plaosan, Candi Kembar Peninggalan Syailendra

Bila Anda berkesempatan mengunjungi Candi Prambanan, jangan bergegas pulang. Di sekitar kompleks Candi Prambanan terdapat berbagai candi lain, yang walau lebih kecil, tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Candi Plaosan yang berada sekitar satu kilometer dari Prambanan.

Plaosan memiliki dua kompleks yang berseberangan, yaitu Plaosan Lor (utara) dan Plaosan Kidul (selatan). Kedua kompleks tersebut dipisahkan oleh sebuah jalan. Berbeda dari Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, Plaosan merupakan candi Buddha namun dengan gaya arsitektur terpengaruh Hindu.
Candi Plaosan, candi Buddha dengan perpaduan arsitektur Hindu. (Olenka Priyadarsani)
Candi Plaosan merupakan peninggalan Dinasti Syailendra, dibangun di bawah perintah Rakai Pikatan untuk permaisurinya Sri Kahulunan atau Pramudyawardhani. Kompleks candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-9.

Kompleks candi terdiri dari 174 bangunan kecil dan 116 stupa yang merupakan ciri khas candi Buddha. Di gerbang kedua kompleks candi terdapat arca Dwarapala, yang dianggap sebagai penjaga lokasi yang suci.
Candi utama Plaosan Lor terlihat dari depan. (Olenka Priyadarsani)
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman terdapat sebuah pendopo. Di halaman ini terdapat tiga buah altar, yaitu altar utara, timur, dan barat. Di altar utara terdapat stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha. Sementara itu di altar timur terdapat gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya. Di altar barat terdapat gambaran Masjusri. 
Candi-candi kecil yang berdiri di samping candi utama. (Olenka Priyadarsani)
Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah. Pendopo ini dikelilingi oleh 8 candi kecil yang terbagi menjadi dua tingkat. Di tiap-tiap tingkat terdiri dari candi yang lebih kecil. Di Plaosan Kidul ini juga terdapat gambaran Amitbha, Vajrapani, serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai ibu dari semua Buddha. 

Dibandingkan dengan Prambanan yang hampir selalu penuh sesak oleh wisatawan — baik domestik maupun internasional — Candi Plaosan cukup sepi. Mungkin karena tidak banyak dikenal. Namun, justru itulah kelebihannya. Saya sangat menikmati kunjungan ke kompleks candi ini.

Salah satu hal yang paling mengesankan adalah keberadaan candi yang terletak di tengah-tengah hamparan padi yang hijau. Burung-burung pun masih bebas berkeliaran di atas bebatuan.

Jangan kira Plaosan hanyalah sebuah kompleks kecil. Panjangnya mencapai 460 meter sedangkan lebarnya sekitar 290 meter. Di bagian dalam pagar terdapat parit yang mengelilingi kompleks candi.

Candi utama di Plaosan Lor dan Plaosan Kidul memiliki teras yang datar yang mengelilingi candi. Menurut sejarawan arsitektur seperti ini cukup unik, karena berbeda dengan candi-candi lainnya. Ada yang berpendapat bahwa teras yang datar tersebut dahulu difungsikan sebagai wihara.

Harga tiket masuk kompleks candi adalah Rp 5000 per orang. Parkir sepeda motor disediakan oleh  penduduk setempat di seberang pintu gerbang candi dengan tarif Rp 2000.

Lokasi Candi Plaosan cukup dekat dengan Prambanan. Dari jalan Yogya-Solo, Anda tinggal membelok ke kiri — menyusuri jalan yang berada tepat di sebelah kiri kompleks Prambanan. Jalan ini adalah jalan alternatif menuju ke Magelang. Di pertigaan, Anda membelok ke kanan hingga menemukan lokasi Candi Plaosan.

Kunjungi juga blog perjalanan Olenka di www.backpackology.me.

Baca juga:

Jejak sejarah Jakarta di Pulau Kelor
Pemandangan 5 gunung dari Ketep Pass
Keagungan Masjid Agung Demak
[GALERI] Matahari terbit di Borobudur
[GALERI] Keindahan Pulau Lengkuas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.