Cantiknya Batik Modern dari Tangan Pengrajin Daerah

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Semua pihak dapat berpartisipasi untuk menguatkan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia dan mendukung perekonomian bangsa. Seperti yang dilakukan oleh Nona Rara Batik, Brand lokal fashion yang menyediakan desain batik kasual yang dapat digunakan sehari-hari dengan tetap menggunakan batik cap atau tulis yang diproduksi langsung oleh para pengrajin batik daerah.

Dengan menggunakan materi langsung dari para pengrajin, dapat membantu mendorong ekonomi serta meningkatkan kreativitas para pengrajin.

Lewat rilis yang diterima VIVA, berawal dari kenangan kecil bersama sang nenek yang juga seorang pengrajin batik, Nona Rara Batik terbentuk dengan tekad untuk melestarikan budaya batik. Pipiet Tri Noorastuti, Brand Founder Nona Rara Batik, mengatakan, “Kami membangun Nona Rara Batik 9 tahun yang lalu pada November 2011 dengan misi untuk meningkatkan produksi pakaian batik. Selain itu karena sulitnya mencari baju batik ringan yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan kalaupun ada pasti harganya mahal dan desainnya terkesan terlalu tua.”

Koleksinya yang stylish dan moderen serta konsep desain-desain sederhana yang nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari membuat brand ini mampu melebarkan bisnisnya lebih luas. Material batik yang digunakan diproses secara manual oleh pengrajin di berbagai daerah. Proses produksi pun menggunakan tenaga lokal, menjadikan produk batiknya mampu menyokong perekonomian negara.

Material batik cap yang digunakan antara lain adalah material batik cap Garut dan pekalongan, serta penggunaan corak-corak dan pemilihan warna-warna yang cerah memberikan kesan cheerful dan fresh untuk setiap koleksinya tanpa menghilangkan keaslian dari batik itu sendiri. Sehingga setiap koleksinya selalu menjadi incaran para pelanggan.

Dengan kehadirannya, brand Nona Rara berharap, bisa turut memberikan edukasi dan menambah informasi tentang kain tradisional Indonesia kepada masyarakat. Tidak sampai disitu, brand ini juga berkomitmen untuk menjadi brand batik yang lekat di semua kalangan sehingga mendukung pengrajin-pengrajin kecil di daerah.

“Kami ingin para pengrajin-pengrajin kecil di daerah itu terus tumbuh dan berkarya melestarikan batik, jadi kita juga saling bantu satu sama lain untuk terus berkembang tanpa mengancam para pengrajin kecil di daerah, dan pastinya membantu perekonomian juga. Hadirnya konsep batik moderen ini juga menjadikan para pengrajin batik kecil semakin kreatif dalam mengelola materi, corak serta warna yang digunakan,” tambah Pipiet.